Diplomat Amerika dan Uni Eropa Lakukan Ini Setelah Pemimpin Hamas Tewas di Iran
Iran mengibarkan bendera tersebut sebagai simbol sumpah balas dendam terhadap Israel atas pembunuhan Petinggi Hamas, Ismail Haniyeh
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
Tribunjogja.com - Diplomat Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa dikabarkan sedang mengadakan pembicaraan mendesak untuk mencegah ancaman perang skala besar di Timur Tengah.
Melansir laporan Sputnik yang mengutip surat kabar Financial Times, pembicaraan itu dilakukan setelah kejadian pembunuhan pemimpin politik Hamas Ismail Haniyeh di Teheran.
Wakil Sekretaris Jenderal Uni Eropa untuk Urusan Politik Enrique Mora disebut pula berunding dengan para pejabat di Teheran.
Dari laporan yang sama, Koordinator Gedung Putih untuk Timur Tengah dan Afrika Utara Brett McGurk mengadakan pembicaraan di Arab Saudi.
Pembicaraan tersebut ditujukan untuk membujuk Teheran agar tidak menanggapi Israel atau mengambil tindakan simbolis atas kejadian itu.
Pada hari Rabu, Hamas mengonfirmasi bahwa Haniyeh tewas dalam serangan udara di kediamannya di Teheran setelah ia ikut serta dalam pelantikan Presiden Iran yang baru terpilih Masoud Pezeshkian.
Setelah kejadian itu muncul gerakan menyalahkan Israel dan Amerika Serikat atas kematian Haniyeh dan mengatakan serangan itu tidak akan dibiarkan begitu saja.
Dikabarkan sebelumnya, Iran mengibarkan bendera merah di Masjid Jamkaran, kota Qom, Provinsi Qom, Iran, pada Rabu (31/7/2024).
Pengibaran bendera merah tersebut dilakukan sehari setelah kematian pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh yang terbunuh di Teheran, Iran.
Lantas, apa arti bendera merah yang dikibarkan di salah satu kota suci Iran tersebut kali ini?
Iran mengibarkan bendera tersebut sebagai simbol sumpah balas dendam terhadap Israel atas pembunuhan Petinggi Hamas, Ismail Haniyeh.
Bendera merah tersebut bertuliskan Ya la-Tharat al-Hussein yang dapat diartikan 'Hai para penuntut balas dendam Hussein', dilansir dari Washington Examiner.
Langkah ini diambil setelah Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Khamenei, berjanji untuk memberikan hukuman berat kepada Israel sebagai balasan atas pembunuhan tersebut.
Iran mengibarkan bendera tersebut sebagai simbol sumpah balas dendam terhadap Israel atas pembunuhan Petinggi Hamas, Ismail Haniyeh.
Diketahui, bendera merah jarang dikibarkan di luar masa berkabung di bulan Muharram untuk memperingati kematian Imam Syiah, Hussein bin Ali.
| Ketegangan AS-Iran Memuncak, Blokade Selat Hormuz Ancam Jalur Perdagangan Dunia |
|
|---|
| Mediasi As-Iran Buntu, Pakar UMY Sebut Ancaman Trump Sebagai Diplomasi Koersif |
|
|---|
| Iran Kunci Kapal Perusak AS yang Nekat Tembus Selat Hormuz dengan Rudal Jelajah dan Drone Penyerang |
|
|---|
| Negosiasi AS-Iran Gagal, Tema Nuklir dan Selat Hormuz Jadi Persoalan Utama |
|
|---|
| Perundingan AS-Iran di Islamabad Buntu, Pengamat UGM: Sejak Awal Sulit Berhasil |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Bendera-merah-Iran.jpg)