Berita Sleman Hari Ini
Peternak Sapi Perah di Sleman Akan Turut Bantu Program Susu Gratis, Asalkan Ada Tambahan Sapi
Selama ini peternak sapi perah di Indonesia baru bisa memenuhi kebutuhan susu dalam negeri sebesar 20 persen saja, dan sisa 80 persen adalah impor.
Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM - Presiden terpilih Prabowo Subianto berencana mengadakan program susu gratis untuk masyarakat Indonesia.
Rencana besar itu membutuhkan berbagai persiapan, seperti meningkatkan produktivitas susu sapi di Indonesia.
Ketua Kelompok Ruminansia Perah Direktorat Perbibitan dan Produksi Ternak, (Kementerian Pertanian), Dr. Argi Argiris mengungkapkan seiring dengan program pemerintah tersebut, maka Indonesia butuh susu yang cukup banyak.
Ia membeberkan bahwa selama ini peternak sapi perah di Indonesia baru bisa memenuhi kebutuhan susu dalam negeri sebesar 20 persen saja, dan sisa 80 persen adalah impor dari luar negeri.
Melalui kerjasama dengan berbagai pihak, termasuk swasta, ia berharap produktivitas susu dalam negeri dapat meningkat.
“Diharapkan mampu memaksimalkan yang ada di dalam negeri, sehingga produktivitas meningkat, selebihnya baru kita usahakan melalui impor,” ujarnya saat mengunjungi Koperasi Semesta pada Jumat (26/7/2024).
Ia mengungkapkan, rencananya susu yang akan diberikan masyarakat adalah UHT yang berasal dari Industri Pengolahan Susu (IPS) di Indonesia.
“Dengan program pemerintah tersebut, berarti demand-nya cukup banyak, nah bahan baku IPS ini akan dari mana? Apakah masih tetap mengandalkan impor? Atau supply dari dalam negeri? Tentu kita berharap swasembada ke depannya,” terangnya.
Maka dari itu, selain memaksimalkan produksi dalam negeri, pemerintah akan tetap berupaya memenuhinya dengan impor.
“Bukan impor bahan baku, tapi yang diimpor adalah penghasil susunya, atau sapi hidup,” imbuhnya.
Sementara itu, Ruslan selaku Ketua Koperasi Peternak Sapi Perah dan Susu Semesta Cangkringan, Sleman mengungkapkan bahwa para peternak di Sleman siap untuk mendukung program pemerintah, namun dengan catatan ada tambahan populasi sapi perah.
Pasalnya selama ini produk susu yang dihasilkan untuk memenuhi kebutuhan PT Sarihusada.
“Jangan sampai dengan adanya program pemerintah akhirnya mengganggu pasar kami dengan PT Sarihusada. Maka dari itu, agar dapat mendukung program susu gratis, kami mengajukan (bantuan) 100 ekor sapi, sehingga ada tambahan 1.200 liter per hari,” ungkapnya.
Ia mencatat, populasi sapi perah di Kabupaten Sleman berjumlah 600 ekor dari 250 peternak.
Dari jumlah tersebut, para peternak bisa memproduksi 2.700 liter per hari, dan itu untuk supply kebutuhan Sarihusada.
Jumlah itu mengalami penurunan sebelum mewabahnya PMK.
| Hujan Deras Picu Banjir di Trihanggo, 5 Rumah Warga Terdampak Akibat Gorong-gorong Mampet |
|
|---|
| Puting Beliung Melanda Condongcatur Sleman, Sejumlah Rumah Warga Rusak |
|
|---|
| Keterangan Polisi soal Kecelakaan Beruntun di Sleman Hari Ini, Kerugian Ditaksir Rp 155 Juta |
|
|---|
| CERITA Fajarwati yang Kelak Tidak Akan Tidur di Bekas Kandang Sapi Lagi |
|
|---|
| Sambut Natal, 20 Gereja di Sleman Jadi Prioritas Pengamanan Polisi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Peternak-Sapi-Perah-di-Sleman-Akan-Turut-Bantu-Program-Susu-Gratis-Asalkan-Ada-Tambahan-Sapi.jpg)