Disdikpora DIY Sambut Positif Program Pengusaha Mengajar

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Program Pengusaha Mengajar dan Usaha Mikro dan Kecil (UMK).

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA/MIFTAHUL HUDA
Para Kepala SMK di DIY menyimak pemaparan pengusaha mengajar, Kamis (11/7/2024) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menyambut positif Program Pengusaha Mengajar di SMK yang ada di DIY.

Nantinya, sebanyak 50 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di DIY mendapat kesempatan dikunjungi pengusaha dari Dewa Pengurus Provinsi (DPP) Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) DIY untuk membekali para siswa keterampilan sesuai kebutuhan industri.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Program Pengusaha Mengajar dan Usaha Mikro dan Kecil (UMK).

Para siswa nantinya akan mendapat bimbingan secara langsung oleh 25 pengusaha dari DPP Apindo DIY yang memiliki beragam kompetensi.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY, Didik Wardaya, mengatakan dalam sosialisasi itu ada 50 kepala SMK se-DIY.

Mayoritas dari mereka menyetujui program Pengusaha Mengajar. Namun beberapa kepala sekolah tersebut menyampaikan beberapa pendapat.

Baca juga: Solusi 39 Calon Siswa Difabel yang Gagal Seleksi PPDB 2024 Jalur Afirmasi di Yogyakarta

Salah satunya para kepala sekolah mengeluhkan perlunya sinkronisasi kurikulum agar program ini bisa berjalan dengan lancar.

"Kami berusaha mempertemukan antara SMK dengan pengusaha yang saat ini benar-benar memberikan kepedulian ke SMK, kalau nggak diambil sangatlah rugi," ujar Didik, Kamis (11/7/2024).

Alasan perlunya program ini, menurutnya, saat ini pelaku industri sudah membuka lebar-lebar kesempatan berkolaborasi.

Berbeda dengan beberapa tahun silam dimana siswa-siswi SMK sangat sulit mengembangkan diri melalui praktek kerja industri (Prakerin).

"Ini mempercepat pendidikan vokasi mengarah kepada keberhasilan. Saya yakin alat-alat di SMK sudah banyak yang memenuhi kebutuhan industri. Maka kompetensi kita sudah haru membiasakan diri membuat produk berstandar," katanya.

Sementara Albertus Ardi selaku Wakil Ketua Bidang Organisasi DPP APINDO DIY, mengatakan peogram ini didukung Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI tujuannya menyiapkan siswa SMK untuk bekerja sesuai kebutuhan industri.

"Latarbelakang program ini pertama tidak adanya link and match antara SMK dengan kami Industri. Kami ingin memunculkan wirausaha baru dari teman-teman SMK," katanya, saat sosialisasi Pengusaha Mengajar, di Kantor Disdik DIY.

Ardi menyampaikan selama ini ada gap antara SMK dengan industri, sehingga keduanya sama-sama menemui kendala baik persiapan SDM maupun saat penyaluran siswa SMK ke dunia kerja.

"Saya kalau terima karyawan itu disuruh kerja gak bisa, akhirnya harus didik dulu satu tahun. Itu mahal, saya bayar sesuai UMK sementata mereka nggak berikan kontribusi. Salah satunya mempercepat peningkatan skill dengan Pengusaha Mengajar," jelasnya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved