Pasar Kangen Yogyakarta 2024 Segera Dibuka, Usung Konsep Zero Sampah

Masyarakat dapat merasakan atmosfir Pasar Kangen dengan nuansa ramah lingkungan ini Rabu 4 Juli 2024 sampai Sabtu 13 Juli 2024 di TBY.

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA/MIFTAHUL HUDA
Panitia Pasar Kangen 2024 Ong Hari Wahyu menggelar doa bersama dan potong tumpeng sebelum pembukaan Pasar Kangen 2024, Selasa (2/7/2024) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pasar Kangen 2024 bakal mengusung konsep zero sampah serta ramah lingkungan dengan mewajibkan masing-masing tenant menggunakan bahan ramah lingkungan untuk kebutuhan jual belinya.

Masyarakat dapat merasakan atmosfir Pasar Kangen dengan nuansa ramah lingkungan ini Rabu 4 Juli 2024 sampai Sabtu 13 Juli 2024 di halaman Taman Budaya Yogyakarta (TBY).

Panitia Pasar Kangen, Ong Hari Wahyu mengatakan ada 1200 formulir yang masuk untuk berkesempatan jualan di Pasar Kangen.

Dikarenakan jumlahnya terlalu banyak, sehingga hanya 289 tenant saja yang lolos seleksi.

Mereka terdiri dari 187 tenant kuliner, 102 tenant klithikan atau barang lawasan, serta delapan sisanya merupakan tenant workhsop. 

Tema Pasar Kangen ke-17 ini yakni Natas, Nitis, Netes dimana secara makna Natas berarti selesai dengan sempurna, nitis yakni tepat sasaran, dan netes artinya sebuah keberhasilan.

Tema ini relevan dengan kondisi di Yogyakarta yang menurut Ong Hari Wahyu muncul permasalahan sampah yang tak kunjung terselesaikan.

"Kami sadar pasar kangen akan menimbulkan masalah sampah baru. Makanya kami bekerjasama dengan pihak ketiga untuk pengelolaannya," katanya, saat jumpa pers, Selasa (2/7/2024).

Ong menuturkan pengalaman Pasar Kangen pada 2023 silam, setidaknya per hari ada 200 trash bag berisi sampah pengunjung Pasar Kangen.

Baca juga: INFO Pasar Kangen 2024: Catat Jadwal, Lokasi dan HTM, Jangan Kelewatan!

Jika tidak dikelola dengan benar, maka event sebesar Pasar Kangen hanya akan menimbulkan permasalahan baru.

"Tetapi orientasi Pasar Kangen sekarang lebih pada lingkungan hidup. Di pasar kangen kita belajar bersama lindungi bumi kita," jelasnya.

Seluruh pengunjung akan diingatkan agar membuang sampah pada tempatnya. Tak hanya itu saja, para pemilik tanent juga diwajibkan menggunakan bahan ramah lingkungan.

"Kecuali kalau yang memang tidak ada alternatif lain untuk bungkus makanan, kami masih memaklumi. Tapi secara umum kami wajibkan tenant gak boleh pakai plastik," terang Ong Hari.

Kepala UPT Taman Budaya Yogyakarta Purwiati, menambahkan Pasar Kangen 2024 melibatkan masyarakat sekitar TBY.

Event yang dibiayai Dana Keistimewaan (Danais) ini diharapkan bermanfaat bagi masyarakat.

"Seluruh elemen masyarakat diharapkan terlibat. Kita tahu omzet Pasar Kangen 2023 itu ada sekitar Rp3,9 miliar selama 10 hari itu belum melibatkan tenan di luar TBY. Kami mengharapkan semakin terukur dampak ekonomi terhadap masyarakat," terang dia.

Diperkirakan per harinya sekitar 20 ribu pengunjung lalu lalang untuk menikmati tenant kuliner dan barang antik di Pasar Kangen 2024. (hda)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved