Berita DI Yogyakarta Hari Ini
Asita DIY Sebut Problem Persampahan Semakin Ancam Kenyamanan Wisatawan
Problem persampahan yang berkepanjangan mulai berdampak negatif pada citra Yogyakarta sebagai kota pariwisata.
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM - Problem persampahan yang berkepanjangan mulai berdampak negatif pada citra Yogyakarta sebagai kota pariwisata.
Keluhan demi keluhan para pelancong mengenai pemandangan gunungan limbah di berbagai titik pun semakin bermunculan akhir-akhir ini.
Plt Ketua DPD Association Of The Indonesian Tours & Travel Agencies ( Asita ) DIY, Edwin Himna, menuturkan, bahwa masalah sampah sudah sangat mengancam kenyamanan wisatawan.
Pihaknya pun sama sekali tidak menyangka, problem yang seharusnya cepat ditangani itu, ternyata malah berlarut-larut.
"Beberapa bulan lalu, kita masih menganggap sepele dan bisa diatasi. Ternyata, setelah sekian lama, malah menjadi pemandangan yang sangat tidak bagus untuk wisatawan," katanya, Selasa (25/6/2024).
Menurutnya, beberapa kali Asita mendapat keluhan dari para turis, baik lokal dan mancanegara, setelah melihat tumpukan sampah di titik yang dilintasinya.
Benar saja, selaras data dari Pemda DIY, di Kota Yogyakarta saat ini masih menumpuk sekitar 5 ribu ton sampah, akibat penutupan TPA Piyungan.
Tumpukan sampah yang tersebar di depo-depo itu, merupakan akumulasi dari lebih kurang 40 persen atau 80 ton sampah per hari yang urung terkelola.
Praktis, antrean sampah sejak kisaran Mei 2024 membuat tumpukan di depo pun tak terhindarkan dan mulai menimbulkan aroma tidak sedap.
"Makanya, sudah banyak keluhan, karena ini nampak, kelihatan sekali sampah menumpuk seperti itu. Belum lagi aromanya, sangat mengganggu," jelasnya.
Edwin menandaskan, fenomena tersebut menjadi preseden buruk bagi Yogyakarta, lantaran mencuat tepat saat musim kunjungan wisatawan.
Dijelaskan, berdasar tren selama ini, sepanjang bulan Juni, Juli, hingga Agustus, merupakan puncaknya kunjungan pelancong dari daratan Eropa.
"Ini kan jadi promosi yang tidak baik. Mereka bisa menyampaikan ke teman-teman di negaranya, kalau kondisi Yogya sekarang seperti ini," cetusnya.
Hanya saja, ia menyebut, permasalahan sampah memang belum berdampak secara langsung pada penurunan tingkat pengunjung ke Yogyakarta.
Namun, tetap saja pemerintah daerah tidak dapat menyepelekan permasalahan ini, mengingat citra pariwisata Yogyakarta kini sedang dipertaruhkan.
"Mohon segera diselesaikan, jangan sampai berlarut-larut. Jangan sampai citra pariwisata Yogyakarta jadi tidak bagus di mata turis," tandasnya. ( Tribunjogja.com )
| Dispar DIY Luncurkan Calender of Event, Sport Tourism Terus Dieksplor |
|
|---|
| Film 1 Kakak 7 Ponakan, Drama Keluarga yang Hangat di Penutupan JAFF 2024 |
|
|---|
| Festival Angkringan Yogyakarta 2024: Angkat Kuliner Ikonik dengan Sentuhan Modern |
|
|---|
| Formulasi Kenaikan UMP Mestinya Disesuaikan dengan Kondisi Daerah |
|
|---|
| Pemda DIY Ikuti Penjurian Apresiasi Kinerja Pemerintahan Daerah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Stadion-Mandala-Krida-Kota-Yogyakarta-Rabu-1962024.jpg)