Berita Kulon Progo Hari Ini

Lahan Kosong di Galur Kulon Progo Terbakar, Nyaris Merembet ke Pemukiman Warga

Lahan kosong yang penuh dengan pepohonan Jati meranggas di wilayah Kapanewon Galur, Kulon Progo, terbakar pada Jumat

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Kurniatul Hidayah
istimewa
Petugas berupaya memadamkan api yang membakar lahan kosong di perbatasan antara Kalurahan Sidorejo dan Jatirejo, Kapanewon Galur, Kulon Progo, Jumat (21/06/2024). 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Lahan kosong yang penuh dengan pepohonan Jati meranggas di wilayah Kapanewon Galur, Kulon Progo, terbakar pada Jumat (21/06/2024) siang.

Api dari kebakaran ini pun nyaris merembet ke pemukiman warga.

Kasi Humas Polres Kulon Progo, AKP Triatmi Noviartuti mengatakan kebakaran terjadi di perbatasan Kalurahan Sidorejo dan Jatirejo, Galur.

Baca juga: Dua Sejoli Kepergok Mesum di Lapangan Denggung, Satpol PP Sleman: Kena Sanksi Tegur 

"Kebakarannya diperkirakan mulai terjadi sekitar pukul 13.00 WIB," ungkap Novi.

Ia mengungkapkan jika area yang terbakar luasnya nyaris mencapai 1 hektare (ha).

Sebagian lahan tersebut merupakan Tanah Kas Kalurahan Jatirejo, sedangkan sisanya merupakan lahan pribadi milik warga.

Menurut Novi, kebakaran diduga dipicu oleh sampah yang dibakar di area lahan tersebut.

Kondisi lahan yang penuh daun dan ranting kering disertai angin kencang membuat api cepat menyebar.

"Titik sumber apinya belum dapat diketahui mengingat area yang terbakar cukup luas," jelasnya.

Novi mengatakan upaya pemadaman melibatkan banyak unsur. Meliputi aparat kepolisian, Tim Pemadam Kebakaran (Damkar), hingga warga setempat.

Koordinator Personel Tim Damkar Kulon Progo, Purwaka mengatakan api dari kebakaran tersebut nyaris mengenai pemukiman.

Sebab tak jauh dari lokasi kebakaran terdapat rumah warga hingga bangunan sekolah.

"Risiko untuk api cepat menyebar sangat tinggi," ujarnya.

Purwaka menuturkan upaya pemadaman sempat menemui kendala lantaran kencangnya angin. Sebanyak 13 personel pun dilibatkan dalam upaya pemadaman.

Pemadaman akhirnya berhasil dilakukan sekitar 2 jam kemudian. Meski begitu para personel tetap berjaga-jaga untuk mengantisipasi sisa api yang mungkin muncul.

"Kami berharap masyarakat lebih berhati-hati beraktivitas dengan api, terutama saat musim kemarau seperti ini," kata Purwaka. (alx)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved