Berita DI Yogyakarta Hari Ini

Dinas Pariwisata DIY Bantu Kampung Wisata Prenggan Kelola Sampah

Dinas Pariwisata DIY memfasilitasi penyerahan bantuan alat pengelolaan sampah kepada Kampung Wisata Prenggan, Kotagede, Yogyakarta

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Gaya Lufityanti
Dokumentasi Humas Pemda DIY
Dinas Pariwisata DIY memfasilitasi penyerahan bantuan alat pengelolaan sampah kepada Kampung Wisata Prenggan, Kotagede, Yogyakarta pada Kamis (20/6). 

TRIBUNJOGJA.COM - Dinas Pariwisata DIY memfasilitasi penyerahan bantuan alat pengelolaan sampah kepada Kampung Wisata Prenggan, Kotagede, Yogyakarta pada Kamis (20/6). 

Hal ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen untuk menjaga kebersihan destinasi wisata di Yogyakarta

Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo, mengatakan bahwa Yogyakarta sebagai kota pariwisata harus menyediakan destinasi wisata yang bersih. 

"Ini menjadi bagian dari komitmen kami menjaga kampung atau destinasi wisata di Yogyakarta bisa bersih dari sampah. Dengan begitu, bisa semakin menunjang dunia pariwisata Yogyakarta . Kalaupun ada sampah, masih bisa diolah dengan baik dan benar, sehingga bantuan alat ini dilakukan," ungkapnya. 

Kampung Wisata Prenggan menerima tujuh drum plastik dengan volume 120 liter sebagai wadah pengolahan sampah berbasis teknologi bio konversi.

Ketujuh drum ini dapat digunakan untuk pengolahan sampah selama tujuh hari, dengan produk yang dihasilkan berupa pupuk cair. 

"Jadi sampah yang diolah di drum pertama dapat dipanen di hari ketujuh, begitu seterusnya. Teknologi inipun kami salurkan karena telah melihat secara langsung keberhasilan Accord Hotels Group Yogyakarta dalam mengolah sampah organiknya selama ini," papar Singgih. 

Ketua RW 04 Prenggan, Ariawan Dwi Nugroho, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas bantuan ini.

Ia mengatakan bahwa alat ini akan sangat membantu memaksimalkan upaya pengolahan sampah oleh warga. 

"Sebenarnya, bank sampah di kampung kami sudah beroperasional cukup lama, termasuk dalam pengolahan sampah organik. Namun memang bisa dikatakan belum maksimal karena kapasitas alat kami juga masih kecil. Dengan bantuan ini nantinya volume sampah yang bisa kami olah bisa lebih banyak lagi, mungkin bahkan bisa lima kali lipat dari sebelumnya," ungkapnya. 

Ariawan juga mengatakan bahwa warga Kampung Wisata Prenggan sudah terbiasa untuk memilah sampah sejak di rumah.

Namun, masih ada tantangan dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk mau memilah sampahnya sejak awal. 

"Yang paling penting menurut saya memang menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk mau memilah sampahnya sejak awal. Dan ini masih menjadi tantangan bagi kami karena masih banyak warga dari luar kampung kami yang membuang sampah sekedar lempar di pinggir jalan. Semoga warga kami bisa konsisten dan tidak terpengaruh,"  jelasnya.

Bantuan ini diharapkan dapat membantu Kampung Wisata Prenggan dalam mengelola sampahnya dengan lebih baik dan mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved