Berita DI Yogyakarta Hari Ini

Duka Menyelimuti Jemaah Haji DIY, 4 Jemaah dan 1 Petugas Meninggal Dunia

Suhu yang mencapai 51,8 derajat Celcius di Masjidil Haram, Mekah menyebabkan banyak jemaah mengalami dehidrasi dan heatstroke.

Penulis: Hanif Suryo | Editor: Gaya Lufityanti
Dokumentasi Kemenag DIY
Ilustrasi- Jemaah haji asal DIY 

TRIBUNJOGJA.COM - Cuaca panas ekstrem di Arab Saudi selama musim haji tahun 2024 ini menjadi tantangan besar bagi para jemaah.

Suhu yang mencapai 51,8 derajat Celcius di Masjidil Haram, Mekah, pada Senin (18/6/2024) menjadi rekor tertinggi yang pernah tercatat. 

Hal ini menyebabkan banyak jemaah mengalami dehidrasi dan heatstroke, bahkan beberapa di antaranya meninggal dunia. 

Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag DIY Aidi Johansyah menjelaskan secara umum, kondisi jemaah haji asal Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dilaporkan baik.

Hampir 95 persen jemaah sudah meninggalkan tenda Mina dan menuju hotel mereka masing-masing. 

Namun, bagi jemaah lansia, cuaca panas ini menjadi rintangan yang berat, terutama di dalam tenda yang penuh sesak. 

Cuaca panas yang ekstrem menyebabkan banyak jemaah mengalami dehidrasi saat melakukan lempar jumroh di Akobah. 

Kekurangan cairan dan kelelahan membuat mereka lemas.

Baca juga: KABAR DUKA: Jemaah Haji Kulon Progo Wafat di Tanah Suci Bertepatan Idul Adha

"Betul, kalau sudah jam 10.00-14.00 panasnya luar biasa di Mina," terang Aidi Johansyah.

Lebih lanjut ditambahkannya, heatstroke menjadi kekhawatiran utama di tengah cuaca panas yang ekstrem. 

"Pemerintah Arab Saudi menghimbau jemaah untuk tidak melakukan lempar jumroh pada jam 10.00-14.00, ketika suhu udara mencapai puncaknya. Pintu pagar area lempar jumroh pun ditutup dan dijaga ketat untuk mencegah jemaah keluar. Ancaman deportasi bagi jemaah yang nekat melanggar aturan ini pun diberlakukan," ujarnya.

Kemenag DIY menghimbau jemaah untuk mematuhi aturan dan melempar jumroh sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh pemerintah Arab Saudi. 

Sosialisasi terkait jadwal lempar jumroh telah dilakukan secara maksimal kepada seluruh jemaah haji asal DIY. 

Lebih lanjut dilaporkan Aidi, terdapat beberapa jemaah haji asal DIY yang meninggal dunia selama musim haji tahun ini. 

Hingga 19 Juni 2024, tercatat 4 jemaah yang meninggal.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved