Tips dan Cara
10 Cara Merawat Payudara Ibu Menyusui
masalah payudara selama menyusui tersebut mulai dari nyeri atau sakit pada puting, infeksi jamur, pembengkakan payudara, dan lain sebagainya.
Penulis: Santo Ari | Editor: Iwan Al Khasni
TRIBUNJOGJA.COM - Sejak awal masa kehamilan, ibu mungkin menyadari ada perubahan pada payudara.
Entah itu perubahan yang cukup mencolok atau terbilang sedikit alias tidak terlalu berubah.
Perubahan tersebut biasanya akan terus terjadi hingga masa menyusui. Hal ini dikarenakan payudara bertugas dalam memproduksi ASI.
Selanjutnya setelah melahirkan, payudara secara otomatis akan mulai memproduksi ASI dengan sendirinya.
Agar proses menyusui dapat berjalan lancar, baik untuk ibu dan anak maka perawatan payudara penting dilakukan.
Pasalnya, payudara kerap mengalami masalah selama menyusui.
Kemenkes RI melalui laman Hello Sehat menjelaskan, masalah payudara selama menyusui tersebut mulai dari nyeri atau sakit pada puting, infeksi jamur, pembengkakan payudara, dan lain sebagainya.
Atas dasar itulah, penting untuk memahami cara merawat payudara saat menyusui.
Berikut beberapa tips cara merawat payudara saat menyusui yang bisa rutin dilakukan di rumah.
1. Jaga kebersihan payudara
Cucilah tangan terlebih dahulu sebelum menyusui dan memompa ASI maupun setelahnya, baik itu memompa dengan pompa ASI manual maupun elektrik.
Selain itu, usahakan untuk menjaga payudara dan puting agar selalu bersih. Cara membersihkan payudara dan puting saat menyusui bisa dilakukan ketika mandi.
Baca juga: 4 Tips dan Cara Melakukan Waxing Sendiri di Rumah yang Aman dengan Hasil Maksimal
Anda bisa menggunakan air hangat untuk membersihkan seluruh bagian payudara. Hindari membersihkan payudara dengan sabun jika Anda memiliki kulit sensitif.
Membersihkan puting menggunakan sabun bisa menyebabkan kulit payudara menjadi kering, pecah-pecah, hingga mengalami iritasi.
Jika Anda ingin membersihkan payudara dan puting menggunakan sabun, sebaiknya pilih sabun yang aman dan tidak berisiko menimbulkan iritasi pada payudara.
2. Tepuk pelan puting payudara untuk mengeringkannya
Mengeringkan puting dan payudara setelah dibersihkan juga penting dalam menerapkan cara membersihkan payudara saat menyusui.
Namun sebaiknya hindari menggosok puting dan payudara terlalu kuat. Cukup keringkan puting dan bagian payudara lainnya dengan mengusap atau menepuk-nepuk secara perlahan.
Jangan lupa, biasakan untuk menggunakan handuk bersih guna mengeringkan payudara.
Hindari menggosok terlalu kuat dan kencang sebagai cara merawat atau perawatan payudara bagi ibu saat menyusui karena berisiko menimbulkan iritasi dan luka.
3. Rutin mengganti breast pad di dalam bra
Ketika breast pad mulai terasa penuh dan basah. Artinya, ini saat yang tepat untuk mengganti dan mencuci kantung penampung ASI tersebut.
Hal ini bertujuan untuk memastikannya selalu bersih saat digunakan.
Selain itu, rutin mengganti breast pads sebagai perawatan bagi ibu menyusui juga berguna mencegah tumbuhnya bakteri dan jamur yang berisiko menimbulkan masalah.
4. Gunakan bra yang nyaman
Bagi para ibu menyusui, memilih dan menggunakan bra sesuai dengan ukuran dan bentuk payudara bisa menjadi perawatan payudara yang tepat.
Anda bisa menggunakan bra khusus untuk menyusui maupun bra biasa yang nyaman saat dipakai. Usahakan untuk memilih ukuran yang pas alias tidak terlalu ketat maupun kebesaran saat dipakai.
Pilih juga bra dengan bahan dasar katun atau kain untuk mendukung payudara “bernapas” dengan mudah sebagai bentuk perawatan atau cara merawat payudara ibu saat menyusui.
Baca juga: 9 Tips Merangsang ASI Keluar Setelah Melahirkan
5. Pastikan bayi menyusui dengan benar
Sejak pertama kali menyusui, biasakan bayi untuk menyusu secara teratur setidaknya setiap 2—3 jam sekali.
Menerapkan frekuensi dan jadwal menyusui ini dapat membantu mencegah munculnya masalah pada payudara.
Nyeri pada puting, pembengkakan payudara, hingga penyumbatan pada saluran susu yang bisa dihindari dengan melakukan perawatan yang tepat pada ibu menyusui.
6. Lepaskan mulut bayi dengan tepat setelah menyusui
Setelah bayi selesai menyusui, jangan langsung menarik puting payudara Anda dari mulut bayi karena dapat membuat puting terluka dan nyeri.
Untuk melepasnya, cobalah letakkan jari tangan pada bagian payudara yang paling dekat dengan mulut bayi.
Kemudian tekan area payudara tersebut untuk melepaskan isapan antara mulut bayi dengan payudara Anda secara perlahan.
Selanjutnya, Anda bisa menarik sedikit demi sedikit payudara beserta puting susu dari dalam mulut bayi sebagai salah satu perawatan pada ibu menyusui.
7. Oleskan sedikit ASI setelah menyusui
Untuk mencegah puting lecet setelah menyusui si Kecil, oleskan sedikit ASI pada area puting dan areola Anda, dan biarkan itu mengering.
Hal ini karena ASI memiliki sifat melembapkan alami yang dapat membantu menjaga kelembapan kulit di sekitar puting susu, sehingga dapat mencegahnya kering atau pecah-pecah.
Tidak hanya itu, kandungan antibakteri dan antiinflamasi dalam ASI dapat membantu mempercepat proses penyembuhan jika terjadi luka kecil atau lecet pada puting susu.
Baca juga: 8 Khasiat Brotowali untuk Kesehatan Tubuh, di Antaranya untuk Diabetes dan Hipertensi
8. Kompres payudara atau pijat dengan lembut
Melakukan pijat lembut dan kompres payudara merupakan dua teknik yang umum digunakan sebagai bagian dari perawatan payudara pada ibu menyusui.
Kompres dengan air hangat dapat membantu mengurangi ketegangan dan meningkatkan aliran darah ke payudara, sehingga membantu meredakan nyeri atau ketidaknyamanan.
Sedangkan, pijatan lembut pada payudara dapat membantu merangsang aliran susu dan mempromosikan pengosongan payudara secara lebih efektif saat menyusui.
9. Pompa ASI saat terasa penuh
Melansir Women and Infants, memompa ASI juga menjadi salah satu perawatan payudara yang disarankan bagi ibu saat menyusui.
Pompa ASI saat payudara terasa penuh dapat membantu menjaga keseimbangan produksi ASI di antara kedua payudara dan memberikan kenyamanan pada ibu menyusui.
Hal ini dapat membantu mencegah produksi ASI yang berlebihan pada salah satu payudara.
Pasalnya, penumpukan ASI yang berlebihan dalam payudara dapat meningkatkan risiko terkena mastitis atau infeksi payudara lainnya.
10. Rutin memeriksakan kesehatan payudara
Selain dengan membiasakan diri untuk menerapkan berbagai cara merawat payudara saat menyusui di atas, jangan lupa juga untuk memeriksakan kondisi payudara secara rutin.
Terlebih jika payudara terasa bermasalah selama menyusui, misalnya tampak benjolan yang tidak kunjung hilang selama beberapa hari.
Pada kondisi tersebut, sebaiknya segera konsultasikan kepada dokter untuk mencari tahu penyebab munculnya benjolan pada payudara dan cara tepat untuk mengatasinya.(*)
| 7 Rekomendasi Softlens Minus Natural, Aman dan Terdaftar di BPOM |
|
|---|
| 5 Contoh Tema Naskah Film untuk Pemula yang Menarik dan Bermakna |
|
|---|
| 7 Teknik Editing Film yang Mempengaruhi Emosi Penonton, Wajib Tahu! |
|
|---|
| 4 Tips Pemeraman Buah Srikaya dan Alpukat agar Cepat Matang |
|
|---|
| Tips Menyimpan Pasta Kering dan Matang Agar Bertahan Hingga Berminggu-minggu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/bentuk-payudara-kendur-setelah-menyusui.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.