Jelang Iduladha 2024, DKPP Klaten Terjunkan 26 Tim Pengawasan Kesehatan Hewan 

Tim yang tersebar di masing-masing kecamatan se-Kabupaten Klaten itu terdiri atas dokter hewan dan paramedik.

Penulis: Dewi Rukmini | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Dewi Rukmini
Suasana hiruk-pikuk pedagang sapi di Pasar Sapi Jatinom, Desa Bonyokan, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada Rabu (29/5/2024). 

Yakni apabila giginya sudah tanggal atau lepas serta berganti maka bisa dikatakan siap untuk kurban. 

"Kemudian dilihat dari kondisi fisiknya tidak cacat dan tidak memiliki tanda-tanda penyakit. Semisal, kalau sapi habis terkena penyakit LSD atau cacar maka harus sembuh sampai tuntas baru boleh untuk kurban. Pembeli juga harus meminta surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) kepada penjual hewan ternak," katanya. 

Seorang pedagang sapi di Pasar Sapi Jatinom, Agung (47), mengaku rutin mengecek kesehatan hewan ternaknya sebelum dijual. 

"Dari rumah semua sapi sudah dicek, biasanya pengecekan mandiri dengan memanggil dokter hewan ke kandang," katanya. 

Warga Desa Mayungan, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten itu mengatakan saat ini sudah ada peningkatan dua kali lipat penjualan sapi di Pasar Sapi Jatinom menjelang Iduladha.

Jika biasanya saat pasaran laku sapi 5 ekor. Kini menjelang Idul Adha, Agung mengaku bisa laku sapi 10 ekor. 

"Kalau harga juga sudah naik sekitar Rp2,5 jutaan. Kalau hari biasa harga seekor sapi Rp18-20 juta, sekarang sudah mencapai Rp22-23 juta per ekor, itu untuk bobot sekitar 130-an kg. Kemungkinan masih naik lagi mendekati Iduladha," ujarnya. 

Agung melanjutkan, di rumahnya hingga saat ini telah menerima pesanan sebanyak 50 sapi.

Dikatakan pesanan sapi untuk kurban tersebut paling banyak berasal dari Jakarta. 

"Kemarin saya sudah kirim ke Jakarta sapi jenis metal berbobot 900 kg, itu laku Rp65 juta. Terus paling mahal tahun ini saya berhasil menjual sapi jenis metal berbobot 1,2 ton. Laku Rp150 juta pembelinya orang Jakarta, sudah langganan, dan sapinya masih di kandang (belum kirim)," pungkasnya. (*)
 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved