Tips Kesehatan

11 Makanan yang Dilarang Dikonsumsi Ibu Hamil

Ikan dengan kandungan merkuri termasuk makanan yang tidak boleh dimakan saat hamil karena dapat menyebabkan gangguan pada perkembangan otak bayi

Tayang:
Penulis: Santo Ari | Editor: Joko Widiyarso
PEXELS/andre-furtado
ilustrasi ibu hamil 

TRIBUNJOGJA.COM - Makanan sehat sangat penting bagi ibu hamil karena memberikan nutrisi yang diperlukan untuk perkembangan optimal janin serta menjaga kesehatan ibu.

Konsumsi makanan yang kaya akan nutrisi dapat membantu memastikan bahwa ibu dan janin mendapatkan nutrisi yang mereka butuhkan.

Selain itu, makanan sehat juga membantu menjaga keseimbangan berat badan ibu selama kehamilan.

Di sisi lain, ada sejumlah makanan dan minuman yang ternyata dilarang untuk ibu saat hamil.

Berikut berbagai makanan yang dilarang untuk ibu hamil karena diduga dapat menimbulkan efek berbahaya bagi janin di dalam kandungan :

1. Ikan yang tinggi merkuri

Ikan adalah sumber protein dan kaya asam lemak omega-3. Kedua nutrisi ini baik untuk perkembangan bayi.

Namun, FDA selaku Badan Pengawas Obat dan Makanan di Amerika Serikat menggolongkan beberapa jenis seafood sebagai makanan yang dilarang untuk ibu hamil karena mengandung merkuri. 

Ikan dengan kandungan merkuri termasuk makanan yang tidak boleh dimakan saat hamil karena dapat menyebabkan gangguan pada perkembangan otak bayi.

Sebetulnya, hampir semua ikan dan hewan air mengandung merkuri karena perairan yang tercemar limbah.

Baca juga: 8 Khasiat Brotowali untuk Kesehatan Tubuh, di Antaranya untuk Diabetes dan Hipertensi

Hanya saja, ada beberapa jenis ikan yang paling tinggi kandungan merkurinya sehingga tergolong sebagai makanan yang dilarang saat hamil.

Jenis ikan tinggi merkuri yang termasuk pantangan makanan bagi ibu hamil adalah ikan hiu, ikan makarel raja, ikan tuna bigeye, ikan todak atau pedang, dan ikan tuna sirip kuning.

Semakin besar ukuran ikan, semakin banyak juga merkuri yang dikandungnya.

2. Sushi

Sushi dan sashimi termasuk dalam daftar pantangan makanan yang dilarang untuk ibu saat hamil.

Seafood mentah atau yang dimasak setengah matang dapat membahayakan janin karena terkadang masih terdapat cacing parasit dalam dagingnya.

Bahkan, seafood mentah atau setengah matang bisa semakin berbahaya jika tempat dan proses persiapannya tidak steril.

Sebaiknya, saat hamil masak udang, ikan, lobster, dan kerang sampai matang sempurna.

3. Steak setengah matang

Steak bisa menjadi salah satu jenis makanan yang dilarang untuk ibu saat hamil bila dagingnya tidak matang dengan sempurna.

Daging steak dengan tingkat kematangan medium rare alias setengah matang merupakan pantangan makanan bagi ibu hamil.

Daging yang dimasak tidak matang sepenuhnya kemungkinan besar masih mengandung parasit toksoplasmosis yang berbahaya bagi janin.

Bukan cuma daging sapi, daging ayam, burung, kalkun, hingga bebek yang dimasak setengah matang juga termasuk makanan dilarang untuk ibu hamil.

Usahakan untuk masak daging sampai matang sempurna alias well done sampai kering dan tidak ada cairan merahnya.

Baca juga: 5 Manfaat Siwak untuk Kesehatan Gigi dan Cara Penggunaannya untuk Sikat Gigi

4. Telur setengah matang

Telur rebus dan telur mata sapi setengah matang termasuk makanan yang dilarang untuk ibu hamil.

Ini karena telur yang belum matang tersebut umumnya masih mengandung bakteri Salmonella aktif yang dapat menginfeksi Anda dan janin di dalam kandungan.

Alasan lain yang membuat telur rebus setengah matang menjadi makanan yang dilarang untuk ibu hamil yaitu berisiko membawa infeksi Salmonella.

Infeksi Salmonella nantinya dapat menyebabkan muntaber (muntah dan diare).

Dalam kasus yang jarang, bakteri Salmonella dapat menyebabkan infeksi cairan ketuban. Meski jarang sekali terjadi, infeksi ini bisa menyebabkan keguguran.

Bagi janin, infeksi Salmonella juga sama membahayakannya. Salmonella dapat menembus plasenta dan menginfeksi janin, tetapi kasus ini juga sangat jarang.

Mak dari itu, masaklah telur sampai matang sehingga tampilan kuning dan putih telurnya padat. 

5. Susu mentah

Ibu hamil tidak boleh minum sembarang susu. Susu hewani yang masih mentah dan belum dipasteurisasi termasuk dalam minuman dan makanan yang dilarang untuk ibu hamil.

Pasteurisasi adalah sebuah proses pemanasan selama beberapa detik untuk membunuh bakteri di dalam susu.

Susu mentah tersebut dapat menyebabkan keracunan karena kemungkinan masih terdapat bakteri di dalamnya.

Bakteri yang terdapat di dalam susu yang belum dipasteurisasi bisa membahayakan janin di dalam kandungan. 

Susu yang tidak termasuk makanan yang dilarang untuk ibu hamil adalah susu yang sudah melalui proses pasteurisasi sebelumnya sehingga aman diminum.

6. Terlalu banyak jeroan

Ibu hamil sebenarnya boleh makan jeroan seperti hati ayam, hati sapi, ampela ayam, jantung ayam, dan lainnya.

Hanya saja, melansir dari Pregnancy Birth and Baby, jeroan bisa menjadi makanan yang dilarang untuk ibu hamil bila dimakan terlalu banyak dan sering.

Hal ini dikarenakan jeroan mengandung banyak vitamin A. Vitamin A memang baik, tapi konsumsi vitamin A berlebihan dapat membahayakan janin.

7. Terlalu banyak kafein

Kafein merupakan salah satu daftar pantangan minuman untuk ibu hamil, apalagi jika konsumsinya berlebihan.

Ini karena kafein dapat menembus plasenta dan mengakibatkan gangguan pada detak jantung bayi.

Sebaiknya batasi konsumsi minuman dan makanan yang mengandung kafein, seperti kopi, teh, minuman bersoda, dan minuman berenergi semasa hamil.

Baca juga: Cara Mengolah Ketumbar Jadi Minyak atau Masker untuk Kesehatan Rambut

8. Herbal

Ibu hamil sebaiknya hentikan dulu minum teh herbal, jamu, dan ramuan pengobatan alternatif lainnya selama kehamilan bila tidak disarankan oleh dokter. Sebenarnya, tidak semua herbal dilarang selama kehamilan.

Menurut American Pregnancy Association, herbal yang jadi pantangan makanan untuk ibu hamil adalah ephedra atau efedrina, dong quai, rosemary, dan chamomile.

Beberapa jenis ini dapat berdampak buruk jika dikonsumsi layaknya obat-obatan atau dalam jumlah yang banyak.

Dong quai, misalnya, bisa menimbulkan efek stimulan rahim yang dapat menimbulkan kontraksi.

Disarankan untuk minum teh dari daun teh biasa dahulu daripada harus mengonsumsi teh herbal.

9. Makanan cepat saji

Makanan cepat saji (fast food) seperti burger, kentang goreng, dan ayam goreng tepung (fried chicken) juga termasuk makanan yang tidak boleh dimakan terlalu sering saat hamil.

Ini karena makanan cepat saji mengandung lemak trans yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, obesitas, ukuran janin terlalu besar (makrosomia).

10. Mayones

Mayones yang dijual di luaran kadang mengandung telur sebagai bahan dasar pembuatannya.

Telur yang dijadikan bahan dasar pembuatan mayones tersebut kebanyakan masih mentah sehingga tidak boleh dimakan oleh ibu hamil.

Saat hamil, daya tahan tubuh tengah berada pada posisi rendah sehingga rentan untuk terpapar infeksi.

Itu sebabnya, makan telur mentah dalam bentu apa pun bisa sangat berbahaya baik bagi ibu hamil maupun janin yang dikandungnya.

11. Alkohol

Ibu hamil yang minum alkohol berisiko keguguran dan bayi lahir mati (stillbirth) yang lebih tinggi.

Minum sedikit alkohol saja bahkan dapat berdampak pada terganggunya perkembangan otak bayi.

Alkohol dilarang dikonsumsi oleh ibu hamil karena dapat menyebabkan fetal alcohol syndrome.

Fetal alcohol syndrome adalah sindrom yang dapat menyebabkan kelainan bentuk wajah, kelainan jantung, dan keterbelakangan mental anak sejak dalam kandungan.(*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved