Perayaan Santo dan Santa

Perayaan Santo dan Santa Pelindung Hari Ini 22 Mei 2024

Mengenal lebih dekat kisah-kisah Santo dan Santa, umat dapat menemukan inspirasi untuk menjalani kehidupan.

Penulis: Santo Ari | Editor: Joko Widiyarso
PEXELS/Tima Miroshnichenko
Foto Ilustrasi Alkitab 

TRIBUNJOGJA.COM - Perayaan Santo Santa atau dikenal juga sebagai kalender liturgi dalam tradisi Katolik untuk memaknai kesetiaan dan keberanian dalam iman mereka.

Mengenang kehidupan para santo dan santa dapat memperkuat iman dan spiritualitas umat. Dengan mengenal lebih dekat kisah-kisah mereka, umat dapat menemukan inspirasi untuk menjalani kehidupan yang lebih saleh dan beriman

Dilansir dari laman imankatolik.or.id, berikut perayaan Santo Santa 22 Mei :

1. Santa Rita dari Cascia, Biarawati

Rita lahir di Roccaporena, Italia pada tahun 1381.Beliau adalah seorang biarawati ordo Agustinus. Ia diangkat sebagai pelindung orang-orang yang mengalami masalah-masalah yang berat dan penasehat orang putus asa. 


Menurut cerita, keinginannya untuk menjadi biarawati ordo itu sudah bersemi dalam hatinya semenjak kecil. Tetapi karena hormat dan ketaatan kepada orangtuanya, ia menikah dengan seorang pemuda yang disenangi orangtuanya.

Baca juga: Renungan Harian Rabu 22 Mei 2024

Tetapi setelah menjalani hidup perkawinan selama 18 tahun, ia pun memutuskan untuk masuk biara. Hal ini ditempuhnya setelah suaminya mati dibunuh orang. 

Permohonannya menjadi biarawati Ordo Santo Agustinus tidak cepat dikabulkan oleh pemimpin ordo, mengingat statusnya sebagai orang yang sudah menikah. Melalui suatu proses pertimbangan yang sangat lama, akhirnya aturan-aturan biara yang sangat keras itu diperlonggar.

Dan Rita diterima sebagai seorang anggota dalam ordo ini. Kehidupan sebagai seorang biarawati dijalaninya dengan sepenuh hati. Ia benar-benar menghayati kehidupan biara dengan sungguh-sungguh: taat, disiplin diri dan ramah terhadap semua orang.

Ia merawat semua biarawati rekannya yang jatuh sakit dan berdoa bagi semua orang Kristen yang telah lama meninggalkan Gereja. Cara hidup ini dipertahankannya hingga kematiannya pada tanggal 22 Mei 1457 di biara Cascia. 


2. Santa Rosa(na), Abbas

Rosa lahir pada tahun 1226. Ketika berusia 15 tahun, ia dikawinkan dengan seorang pemuda yang bejat moralnya dan jahat. Setelah suaminya yang sakit keras itu sembuh berkat usaha dan doa Rosa, maka ia diijinkan untuk menjalani hidup bertapa.

Rosa dipilih menjadi Abbas sebuah biara suster. Ia meninggal pada tahun 1310. 


3. Santa Yoakima de Vedruna, Pengaku Iman

Yoakima de Vedruna lahir pada tahun 1783. Ia seorang ibu rumah tangga dengan beberapa orang anak. Setelah suaminya meninggal dunia dan anak-anaknya dewasa, ia menggunakan seluruh waktunya untuk melakukan kegiatan-kegiatan amal.

Doa dan pertobatan menjadi dasar batiniah yang kokoh baginya dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan itu.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved