Berita Bisnis Terkini

Serapan Rumah Subsidi di DIY Rendah 

Dengan semakin tingginya harga tanah, serapan rumah subsidi tahun 2024 ini di bawah 100 unit.

Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Gaya Lufityanti
glynniscoxrealtor.com
ilustrasi 

Itu pula yang membuat serapan rumah subsidi di DIY rendah.

“Kalau di daerah lain serapannya bisa belasan ribu, tetapi kalau DIY masih rendah sekitar 100an. Karena perolehan lahannya sudah tinggi,” ujarnya.

Terpisah, Ketua DPD REI DIY, Ilham Muhammad Nur mengakui pengembang tidak bisa mencukupi kebutuhan rumah, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Menurut dia, seluruh pihak harus terlibat, baik Pemda DIY, legislatif, akademisi, dan stakeholder terkait.

Setiap tahun, REI DIY menargetkan serapan rumah subsidi mencapai 100 unit.

Namun dengan semakin tingginya harga tanah, serapan rumah subsidi tahun 2024 ini di bawah 100 unit.

Pihaknya pun sejak tiga tahun lalu telah mengusulkan agar rumah subsidi di DIY berbeda dengan Jawa.

Namun hal itu sulit direalisasikan, karena upah minimun regional (UMR) DIY rendah.

“UMR di Jogja ini kan relatif rendah Tentu menyulitkan kami memberi suplai rumah subsidi kepada masyarakat. Di sisi lain, harga tanah di Jogja tinggi. Padahal tanah ini 40 persen komponen untuk membentuk harga rumah,” bebernya.

“REI sudah pernah mengusulkan, tetapi ketika ditinjau oleh Kementerian Keuangan dan Kementerian PUPR tidak bisa (harga rumah subsidi berbeda), karena UMR hitungannya. Kalau Jabodetabek itu rumah subsidinya Rp180juta, tetapi kan UMRnya di atas Rp4juta,” lanjutnya.

Sementara itu, Koordinator Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MBPI) DIY, Irsyad Ade Irawan menambahkan buruh di DIY masih kesulitan untuk membeli rumah subsidi. Hal itu karena UMR DIY yang relatif rendah.

“Berat (buruh beli rumah subsidi), kan cicilannya di atas Rp500ribu sampai Rp1 juta, dengan upah minimum Rp2,4 juta, ya habislah untuk itu (nyicil rumah subsidi). Pemerintah ya harus konsisten, kalau upah minimum Rp2,3 atau Rp2,4 juta, maka cicilannya di bawah Rp500 ribu, kalau di atas (Rp500 Ribu), sudah pasti tidak sanggup,” imbuhnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved