Berita Bisnis Terkini

Serapan Rumah Subsidi di DIY Rendah 

Dengan semakin tingginya harga tanah, serapan rumah subsidi tahun 2024 ini di bawah 100 unit.

Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Gaya Lufityanti
glynniscoxrealtor.com
ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Serapan rumah subsidi di DIY masih rendah.

Hal itu karena minimnya penyediaan rumah subsidi bagi masyarakat.

Wakil Ketua Bidang Perumahan Subsidi dan MBR DPD REI DIY, Hajar Pamundi mengatakan salah satu faktor utama pembentuk harga rumah adalah tanah.

Dengan harga rumah subsidi Rp166juta, harga tanah harus di bawah Rp200ribu. 

“Artinya kan agar dari sisi bisnis dan konsumen jalan. Karena selama ini yang paling diuntungkan adalah konsumen. Pengembang kan diharuskan mencari lahan sendiri, agar sesuai dengan yang ditentukan pemerintah terkait dengan rumah subsidi,” katanya, Selasa (21/05/2024)

Sementara saat ini mencari tanah dengan harga Rp200ribu di DIY sangat sulit.

“Ya mungkin ada, tetapi di daerah pelosok kalau di pelosok siapa yang mau beli. Atau di gunung, kan ada biaya tambahannya, ya nggak Rp200ribu jadinya. Kami juga tidak mungkin menurunkan spesifikasi rumah, tetap ada minimumnya,” sambungnya.

Ia mengungkapkan belum lama ini pihaknya juga membangun rumah subsidi di daerah Jetis, Bantul.

Namun saat ini semuanya sudah terserap.

Rumah subsidi yang ia bangun pun karena tanah yang digunakan sudah dibeli sejak lama.

Agar masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) bisa mendapatkan rumah subsidi, perlu ada intervensi pemerintah untuk pengadaan tanah.

Sebab rumah subsidi dengan tipe 21 masih memungkinkan untuk dikembangkan.

“Kalau diserahkan ke mekanisme pasar (tanah), yang terjadi ya seperti ini (harga tanah tinggi). Kami juga ingin masyarakat berpenghasilan rendah punya rumah subsidi, tetapi ya perlu ada intervensi pemerintah. Nanti statusnya bagaimana kan bisa dibicarakan,” ungkapnya.

Pengembang REI DIY yang mengembangkan rumah subsidi pun tidak banyak, lantaran kesulitan mencari lahan.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved