Berita Jogja Hari Ini
Pemda DIY Hadirkan KPR Sejahtera FLPP untuk Bantu Masyarakat Berpenghasilan Rendah Punya Rumah
Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) berkolaborasi dengan PT Bank BPD DIY dan Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera)
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) berkolaborasi dengan PT Bank BPD DIY dan Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) untuk menghadirkan program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Tujuannya, memudahkan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) memiliki hunian layak dengan harga terjangkau.
Wagub DIY KGPAA Paku Alam X menyampaikan apresiasi tertingginya atas MoU kerjasama antara PT. Bank BPD DIY - BP Tapera, yang ditandatangani pada Senin (21/05/2024) di Ruang Istimewa BPD DIY, Yogyakarta.
Baca juga: Serapan Rumah Subsidi di DIY Rendah
Sri Paduka menyebut, KPR Sejahtera FLPP sebagai bentuk nyata komitmen pemerintah untuk memberikan subsidi dalam bentuk fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan. Hal ini karena setiap warga negara memiliki hak untuk dapat hidup sejahtera lahir dan batin bertempat tinggal serta mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat.
"Semoga kita dapat mempercepat dan memperluas jangkauan program KPR Sejahtera FLPP ini, sehingga semakin banyak masyarakat berpenghasilan rendah yang merasakan manfaatnya," kata Sri Paduka.
Sri Paduka mengajak semua pihak untuk bersama-sama mendukung dan mengawal pelaksanaan program KPR Tapera ini agar berjalan dengan baik. Hal ini dapat memberikan dampak positif nyata bagi masyarakat.
Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah, perbankan dan masyarakat, maka tujuan bersama menciptakan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia akan tercapai.
Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, menambahkan bahwa sektor perumahan memberikan multiplier effect besar bagi perekonomian, dengan kontribusi 16 persen terhadap PDB dan memutar 183 subsektor.
"Kebutuhan hunian kian meningkat seiring pertumbuhan penduduk. BP Tapera hadir untuk mewujudkannya, baik rumah tapak maupun rumah susun, dengan berbagai kemudahan kepemilikan," jelas Heru.
Lebih lanjut, Heru menerangkan bahwa target pembangunan rumah selalu tercapai oleh perbankan, namun supply dan demand masih belum seimbang.
"Oleh karena itu, kami terus dorong perbankan untuk capai target lebih tinggi," ujarnya.
Direktur Utama PT Bank BPD DIY, Santoso Rohmat, menjelaskan bahwa kerjasama ini merupakan langkah strategis untuk menyediakan sejuta rumah sesuai dengan program pemerintah.
"Tantangan kami adalah menyediakan hunian layak bagi MBR di DIY. Kami harap kuota BPD DIY bisa bertambah di tahun depan," harap Santoso.
Saat ini, realisasi FLPP PT Bank BPD DIY mencapai hampir 500 rumah. Santoso optimis jumlah ini akan terus meningkat dan memberikan kesempatan bagi seluruh warga untuk memiliki rumah sederhana. Ia pun menambahkan bahwa DIY memiliki potensi besar untuk program rumah bersubsidi ini. (HAN)
| El Nino Godzilla 2026: BMKG Prediksi Suhu Musim Kemarau Panjang di Yogyakarta |
|
|---|
| Tanggapan Warga Soal Wacana Pembatasan Kendaraan Bermotor di Jeron Beteng Keraton Yogyakarta |
|
|---|
| Hadapi Puncak Musim Penghujan, BPBD Kota Yogyakarta Pantau Sungai 24 Jam |
|
|---|
| Tepati Janji! Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo Copot Seluruh Baliho Bermuatan Wajahnya |
|
|---|
| Mengapa Jembatan Pandansimo Berubah Nama Jadi Jembatan Kabanaran? Ini Sejarahnya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-yogyakarta_20180911_145553.jpg)