Berbagi Tak Perlu Menunggu Kaya, Ini Buktinya: Ngobrol Karya dan Promosi Mahasiswa Arsitektur UKDW

Sabtu (11/5/2024) menjelang siang, Pakuwon Mall yang berada di Sleman, DIY itu penuh dengan anak muda.

Tayang:
Editor: ribut raharjo
Istimewa
Berbagi Tak Perlu Menunggu Kaya, Ini Buktinya: Ngobrol Karya dan Promosi Mahasiswa Arsitektur UKDW 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Sabtu (11/5/2024) menjelang siang, Pakuwon Mall yang berada di Sleman, DIY itu penuh dengan anak muda.

Mereka berkumpul di Atrium lantai G pusat perbelanjaan yang berada di Ring Road Utara, Sleman itu.

Mereka menyimak paparan 4 mahasiswa anggota tim Studi Ekskursi mata kuliah Arsitektur Modern Indonesia bertajuk "Surabaya 4 Masa" yang mengambil lokasi observasi di Kota Lama Surabaya dan 2 pemenang sayembara desain mahasiswa, di Universitas Mataram, Lombok dan di Universitas Hasanuddin Makassar.

"Gedung Intiland di Surabaya yang unik ini terinspirasi dari Candi Bentar," cetus Andreas Pax Camara, mahasiswa semester III Program Studi Arsitektur UKDW memaparkan salah satu temuannya mewakili tim.

Seperti kita ketahui, Candi Bentar merupakan corak umum gapura Bali. Dapat pula ditemukan pada peninggalan artefak Majapahit, di Trowulan, Mojokerto.

Bentuknya tidak bertangkup di atas, namun terbuka sebagai kekhasan budaya Hindu-Buddha pada masanya.

Rekan setim Pax, bernama Samuel Marselio Hetananda menambahkan, sempat khawatir bercampur kagum.

Bagaimana mungkin gedung berlantai tujuh dengan fasad seperti piramida di lantai atasnya menonjol ke depan, tanpa penyangga di bawahnya.

Seperti diketahui, menara Intiland Surabaya dan Jakarta adalah karya Paul Rudolph. Karya tersebut banyak disebut sebagai pelopor green building di Indonesia.

Selain berkunjung ke gedung jangkung, 67 mahasiswa anggota tim tersebut juga mengunjungi banyak lokasi lain. Pada program 2024 kali ini dipilih lokasi yang mewakili 4 masa (periodisasi mazhab arsitektur) di Surabaya.

Di antaranya adalah rumah tokoh nasional H.O.S Tjokroaminoto di Jl. Peneleh Gang VII No. 29 - 31, Surabaya. Secara ilmiah, cagar budaya ini termasuk dalam kategori Kolonial Pengembangan 1 di kluster Peneleh. Rumah itu masih lestari, terawat di bawah dampingan Balai Pelestarian Kebudayaan kota Surabaya.

Sepulang dari Surabaya, tim studi ekskursi menyempatkan diri mampir ke Kediri. Usai mengobservasi Gereja Katolik Santa Maria Puhsarang, Kediri, Rakhaditya dan Dorothy Kallista Evangelia menuturkan,"Bentuk menara gerejanya melengkung bukan runcing-tajam layaknya menara gereja, berbahan batu kali bersemen. Kami masih heran, dari mana batu-batu sebanyak itu berasal".

Gereja Katolik Santa Maria Puhsarang adalah karya arsitek Henri Maclaine Pont. Sosok yang sama telah merancang gedung Aula Barat dan Aula Timur ITB, di kampus Ganesha, Bandung.

Dalam agenda rutin tahunan ini, juga hadir dua mahasiswa tingkat akhir. Michelle Janes Wahono memaparkan karya rancang bangun berjudul Akordeon Shelter yang diikutsertakan pada ajang Archiray IX ‘Adaptive in Adversity’ dan memperoleh Juara 3.

Sedangkan Otniel Theon Ivan yang merupakan finalis Sayembara ‘Architecture for Creative and Cultural Sustainability’ memaparkan karyanya ‘Jogja Creative Hub’.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved