Berita Sleman Hari Ini

TPA Piyungan Ditutup, 111 Ton Sampah Per hari di Sleman Belum Terkelola 

Pemerintah mengajak masyarakat ikut berperan dalam gerakan pengurangan sampah supaya tidak terjadi kasus penumpukan sampah di pinggir jalan. 

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
https://asia.nikkei.com
Ilustrasi sampah plastik yang menumpuk. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Piyungan, yang selama ini menampung sampah dari Sleman, kota Yogyakarta dan Bantul diperkirakan berdampak di Bumi Sembada.

Pasalnya, ada ratusan ton sampah per hari yang kini belum bisa terkelola.

Strategi Pemkab Sleman bakal mengupayakan optimalisasi sarana prasarana pengolahan sampah yang ada, sembari mengajak masyarakat ikut berperan dalam gerakan pengurangan sampah supaya tidak terjadi kasus penumpukan sampah di pinggir jalan. 

Kepala Dinas Lingkungan Kabupaten Sleman, Epiphana Kristiyani mengatakan berdasarkan data tahun 2022, dengan jumlah penduduk 1,1 juta jiwa Kabupaten Sleman memproduksi sampah 706 ton per hari.

Dari jumlah tersebut, sebagian sampah sekira 376 ton dikelola masyarakat untuk pakan ikan, maggot, maupun membuat pupuk kompos.

Sisanya, 330 ton sampah dilayani dan diangkut ke TPA Piyungan

"Pada tahun 2022, Bupati Sleman mengeluarkan surat edaran gerakan pilah sampah dari rumah. Ternyata ada efeknya, mampu mengurangi jumlah sampah di Sleman ," kata Epiphana, Rabu (1/5/2024). 

Menurut Epi, berdasarkan data yang diperoleh dari UPTD, jumlah sampah dari Kabupaten Sleman sekarang rata-rata 230 ton per hari.

Baca juga: TPST Minggir Produksi Puluhan Ton Bahan Bakar Alternatif dari Sampah

Dari jumlah tersebut, 80 ton sampah sanggup diolah di dua TPST yang sudah beroperasi, yaitu Tamanmartani Kalasan dan Sendangsari Minggir.

Kemudian, optimalisasi 3 transfer depo dan 3 TPS3R diperkirakan mampu menyerap 30 ton sampah per hari. 

Berikutnya, sampah diolah di beberapa Kalurahan yang sudah mengolah sampah secara mandiri.

Misalnya, di Kalurahan Sinduadi, Mlati yang sudah sanggup mengolah sampah hingga 5 ton per hari.

Lalu Pendowoharjo dan Sumberharjo masing-masing 1 ton sampah per hari.

Ditambah Padukuhan Nyamplung, Balecatur dan Gondang, Sardonoharjo juga sudah sanggup mengelola sampah mandiri di wilayah masing-masing. 

"Lebih kurang sisanya 111 ton sampah per hari yang belum terkelola. Agar sampah tidak turun ke jalan, masyarakat ayo bersama sama berperan menghadapi kondisi ini. Paling tidak masyarakat mengurangi sampah organiknya melalui pembuatan lubang biopori," kata Epiphana. 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved