Hari Pendidikan Nasional
Ini 5 Pahlawan Nasional Indonesia di Dunia Pendidikan
Bangsa ini merdeka bukan hanya karena berhasil melawan penjajah dari tanah air, tetapi juga karena melawan kebodohan rakyat negri ini dengan pendidika
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Hari Susmayanti
Sekolah yang pada zaman penjajahan tidak diperuntukkan untuk perempuan, mendorong R.A Kartini untuk memperjuangkan hak perempuan di bidang pendidikan.
Kartini kemudian berhasil membuka sekolah gadis di Jepara untuk perempuan pribumi pada tahun 1903.
Salah satu karyanya yang paling terkenal ‘Habis Gelap Terbitlah Terang’ memuat cita-cita dan pemikirannya dalam memperjuangkan hak-hak perempuan di Indonesia.
3. KH. Hasyim Asyari
KH. Hasyim Asyari adalah Pahlawan Nasional dan ulama yang mendirikan salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia yaitu Nahdhlatul Ulama (NU).
Tokoh yang lahir di Jombang pada 14 Februari 1871 ini menimba ilmu agamanya selama tujuh tahun di Mekkah pada 1896.
Kepedulian KH. Hasyim Asyari terhadap pendidikan terutama pendidikan umat muslim, kemudian mendorongnya untuk mendirikan Pesantren Tebu Ireng.
Pesantren Tebu ireng kini menjadi salah satu pesantren terbesar yang ada di Indonesia.
4. KH. Ahmad Dahlan
Tokoh pendiri salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia ‘Muhammadiyah’ ini lahir di Yogyakarta pada 1 Agustus 1868.
Tak hanya berdakwah, KH. Ahmad Dahlan memajukan pendidikan di Indonesia dengan mengajarkan ilmu agama berdampingan dengan ilmu umum.
Berkat kegigihan dan perjuangannya, sekolah-sekolah dan perguruan tinggi Muhammidyah kini berkembang pesat di Indonesia.
5. Raden Dewi Sartika
Raden Dewi Sartika adalah salah satu tokoh perempuan paling terkenal, juga perjuangannya di bidang pendidikan.
Raden Dewi Sartika lahir pada 4 Desember 1884, dari keluarga sunda ternama R. Rangga Somanegara dan R. A. Rajapermas.
Lahir dari keluarga yang ternama memberinya akses pendidikan yang cukup baik, yang sangat sulit didapatkan oleh kaum perempuan di masa itu.
Kemudian Pada 16 Januari 1904, ia mendirikan 'Sekolah Isteri' di Pendopo Kabupaten Bandung, berkat dukungan dari kakeknya yang pada saat itu menjabat sebagai Bupati Bandung. (MG Lutvia Widia Reihannisa)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Ki-Hajar-Dewantara-Bapak-Pendidikan.jpg)