Berita Jogja Hari Ini
Tampung Banyak Keluhan, Anggota DPR RI Ini Minta Pemkot Yogya Solutif Atasi Sampah
Pemkot dinilai belum ada solusi yang optimal untuk penampungan dan pengelolaan sampah, usai Gubernur menyerahkan penanganan sampah ke kota/kabupaten.
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM - Dalam kurun waktu beberapa hari terakhir, kabar soal tumpukan sampah di jalan, hingga sulitnya akses pembuangan cukup marak di wilayah Kota Yogyakarta .
Alhasil, Anggota DPR RI asal DI Yogyakarta, Sukamta , mengaku mendapat banyak keluhan mengenai persoalan limbah dari masyarakat Kota Yogyakarta .
"Sebenarnya lebih dari setahun keluhan ini saya dapat, baik dari tetangga atau warga yang bertemu dalam beberapa agenda penyerapan aspirasi. Tapi, beberapa hari ini kembali menghangat, masih persoalan yang sama," katanya, Kamis (25/4/24).
Ia menilai, Pemkot belum ada solusi yang optimal untuk penampungan dan pengelolaan sampah , setelah Gubernur menyerahkan penanganan sampah ini sepenuhnya ke kabupaten/kota.
Dirinya pun kagum dengan warga Kota Yogyakarta yang masih sabar dan tidak sampai ada demo-demo ke Pemkot, setelah masalah ini berlarut-larut.
"Persoalan sampah yang tidak tertangani, kan, seperti orang mau BAB tapi tidak nemu toilet. Sebagian warga yang pikirannya pendek terus buang sampah sembarangan," ucapnya.
Baca juga: Viral Video Warga Berlomba Lempar Sampah ke Truk di Depo Ngasem, Ini Kata DLH Kota Yogya
"Akhirnya masalah semakin meluas. Kota Yogyakarta jadi viral karena masalah sampahnya. Ini memalukan tidak hanya buat Pemkot, tapi kita semua sebagai warga Yogyakarta ," urai Sukamta.
Oleh sebab itu, ia berharap Pemkot Yogyakarta segera dan fokus memberikan solusi jangka pendek, salah satunya dengan mengoptimalisasikan penampungan di TPA Piyungan.
Kemudian rencana realisasi tiga TPS 3R di Nitikan, Karangmiri dan Kranon bisa segera dipercepat, meski daya tampungnya pun masih terbatas.
"Di level RT, RW dan kampung, Pemkot mestinya bisa memberikan stimulan atau honor untuk para petugas pengambil sampah rumah tangga, agar warga tidak buang sembarangan," jelasnya.
Namun, para petugas pengambil sampah pun harus dibekali edukasi agar limbah yang sudah dipilah oleh warga tidak dicampurnya lagi.
Kemudian, yang tak kalah penting, Pemkot perlu menyiapkan roadmap penanganan sampah jangka panjang, menyangkut peningkatkan kasadaran masyarakat.
"Kuncinya edukasi secara terus menerus di sekolah, rumah tangga dan masyarakat. Pemkot juga perlu membuat peraturan yang kuat untuk pengurangan sampah," katanya.
"Misalnya, dengan kebijakan kantong plastik berbayar atau larangan penggunaaan kantong belanja plastik sekali pakai," pungkas Sukamta. ( Tribunjogja.com )
| Tepati Janji! Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo Copot Seluruh Baliho Bermuatan Wajahnya |
|
|---|
| Mengapa Jembatan Pandansimo Berubah Nama Jadi Jembatan Kabanaran? Ini Sejarahnya |
|
|---|
| Operasi Zebra di Yogyakarta Mulai 17-30 November 2025, Pastikan Tidak Langgar 8 Hal Ini |
|
|---|
| Cara Lapor Jika Terjadi Kekerasan Anak dan Perempuan di Yogyakarta, Gratis Bebas Pulsa |
|
|---|
| Kronologi Kasus Dugaan Monopoli BBM oleh Oknum Polairud di Pantai Sadeng Gunungkidul |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Tampung-Banyak-Keluhan-Anggota-DPR-RI-Ini-Minta-Pemkot-Yogya-Solutif-Atasi-Sampah.jpg)