Kambing Milik Warga Srigading Bantul Mati Mendadak
Seekor kambing milik warga Kalurahan Srigading, Kapanewon Sanden, Kabupaten Bantul mati mendadak.
Penulis: Neti Istimewa Rukmana | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Seekor kambing milik warga Kalurahan Srigading, Kapanewon Sanden, Kabupaten Bantul mati mendadak.
Sementara beberapa kambing lainnya mengalami sakit.
Belum diketahui penyebab matinya kambing tersebut.
Saat ini Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bantul masih menunggu hasil uji laboratorium dari BBvet Wates untuk memastikan penyebab kematiannya.
Kepala DKPP Kabupaten Bantul, Joko Waluyo mengatakan pihaknya baru mendapatkan informasi adanya ternak kambing yang mati mendadak itu belum lama ini.
Petugas kemudian menindaklanjuti informasi itu dengan mendatangi lokasi tempat hewan ternak dikuburkan untuk diambil sampelnya.
"Kami baru mengetahui itu. Peternaknya tidak lapor ke dinas dan hewan ternaknya itu diperiksa ke tempat orang yang bukan dari petugas dinas," ucap Kepala DKPP Kabupaten Bantul, Joko Waluyo, saat dihubungi, Selasa (29/3/2024).
Pihaknya pun belum mengetahui penyebab sejumlah hewan ternak yang mengalami mati mendadak dan sakit.
Namun berdasarkan keterangan yang diperoleh petugas, kambing tersebut diperkirakan mati bukan karena terpapar zoonosis.
Baca juga: Ada 1 Warga Klaten Suspek Antraks, Pemkab: Mudah-mudahan Bukan
"Tapi saya memprediksi yang sakit itu bukan terpapar zoonosis. Kalau zoonosis kan cepat matinya. Lah itu enggak, itu sakitnya sudah lama, tapi sekarang sudah sehat," tuturnya.
"Dan, untuk hewan ternak yang mati, yang jelas itu sudah kami kirim sampelnya ke Bbvet Wates untuk dilakukan analisis," imbuh Joko.
Joko mengungkap, pemilik kambing sudah menguburkan hewan ternaknya dan tidak mengkonsumsi dagingnya.
"Hewan ternak yang sakit itu, semuanya hewan lama. Jadi sudah lama di Kabupaten Bantul dan peternaknya tidak ada yang membeli dari luar kota," katanya.
Lebih lanjut, untuk melakukan antisipasi terjadinya sebaran penyakit terhadap hewan ternak pihaknya mengajak para peternak untuk selalu waspada dan menjaga kebersihan kandang dan makan ternak.
"Lalu, hewan yang sakit jangan disembelih dan dimakan. Kalau ada yang sakit, sebisa mungkin dilakukan isolasi atau dipisahkan antara ternak yang sehat dengan yang sakit. Biar tidak terjadi penyebaran penyakit," pesannya.
| Percepat Regenerasi Petani, DKPP Bantul Bakal Edukasi Cara Bercocok Tanam ke Sekolah |
|
|---|
| Belum Ada Perda, Pemkab Bantul Imbau Masyarakat Tak Konsumsi Daging Anjing Lewat SE Bupati |
|
|---|
| Serapan Pupuk Subsidi Urea dan NPK di Bantul Baru Capai 63 Persen dan 65 Persen |
|
|---|
| DKPP Bantul Gelar Gerakan Pangan Murah, Total Ada 6,5 Ton Komoditas yang Disediakan |
|
|---|
| Bantul Optimistis Bisa Swasembada Beras, DKPP Sebut Hasil Pertanian Padi Tergolong Surplus |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kambing-kurban.jpg)