Berita Jogja Hari Ini
Desentralisasi Sampah Dimulai Mei 2024, Pemkot Yogya Tegaskan Kesiapannya
Pemkot Yogyakarta menegaskan kesiapan untuk menerapkan kebijakan desentralisasi sampah mulai Bulan Mei 2024 mendatang.
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM - Pemkot Yogyakarta menegaskan kesiapan untuk menerapkan kebijakan desentralisasi sampah mulai Bulan Mei 2024 mendatang.
Sebelumnya, Pemda DIY menetapkan pencanangan kebijakan desentralisasi sampah bakal dilakukan pada akhir bulan April 2024.
Kemudian, kabupaten dan kota diwajibkan mulai mengelola sampahnya secara mandiri pada bulan berikutnya, tanpa didahului skema uji coba.
Penjabat (Pj) Wali Kota Yogyakarta , Singgih Raharjo, menyampaikan, upaya-upaya desentralisasi yang dilakukan sejauh ini masih selaras dengan target.
"Time line-nya, tata kala lokasinya, masih sesuai target kami, pertengahan bulan April. Ini terus kami kawal, ya," tandasnya, Minggu (3/3/2024).
Meski desentralisasi sampah pada bulan April baru sebatas pencanangan, Pemkot Yogyakarta memastikan tidak akan mengubah target yang dicanangkan.
Baca juga: Kelurahan di Kota Yogya Dapat Alokasi Danais Rp100 Juta untuk Tangani Sampah Organik
Bagaimanapun, pihaknya tetap mengejar realisasi revitalisasi Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS 3R) bisa rampung per April 2024.
"Tidak akan mengubah target. Jadi, kami bisa lebih matang dalam memastikan lokasi-lokasi itu dapat beroperasional secara maksimal," ujarnya.
Dijelaskan, proses revitalisasi TPS 3R di Nitikan, Karangmiri dan di area TPA Piyungan per awal Maret ini sudah masuk tahapan kontrak dengan pemenang lelang.
Khusus untuk TPS 3R di Nitikan dan Karangmiri, pengolahan sampah secara mandiri tetap berjalan normal sepanjang proses revitalisasi bergulir.
"Di Nitikan awal tahun lalu sudah kita naikkan daya listriknya untuk menggantikan generator jadi dinamo listrik, agar kebisingannya berkurang," cetusnya.
"Sementara di Karangmiri, karena ada pembangunan jembatan, ini membutuhkan waktu. Tapi secara simultan juga tetap kita operasionalkan terus," urai Singgih.
Setali tiga uang, ia berharap mesin-mesin pengolah sampah yang disiapkan di TPS 3R yang berlokasi di kawasan TPA Piyungan bisa beroperasi sembari menanti pembangunan hanggar selesai.
Dengan begitu, pihaknya pun optimis, mandat desentralisasi sampah dari Pemda DIY benar-benar bisa dilaksanakan pada akhir April mendatang.
"Sejauh ini kita optimis, kita punya skenario-skenario. Misalnya, kalau nanti ada situasi darurat, kita sudah siapkan skenarionya," terangnya.
| El Nino Godzilla 2026: BMKG Prediksi Suhu Musim Kemarau Panjang di Yogyakarta |
|
|---|
| Tanggapan Warga Soal Wacana Pembatasan Kendaraan Bermotor di Jeron Beteng Keraton Yogyakarta |
|
|---|
| Hadapi Puncak Musim Penghujan, BPBD Kota Yogyakarta Pantau Sungai 24 Jam |
|
|---|
| Tepati Janji! Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo Copot Seluruh Baliho Bermuatan Wajahnya |
|
|---|
| Mengapa Jembatan Pandansimo Berubah Nama Jadi Jembatan Kabanaran? Ini Sejarahnya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Kota-Yogya-Dapat-Tambahan-Kuota-Pembuangan-30-Ton-Per-Hari-ke-TPA-Piyungan.jpg)