Perubahan Iklim Diprediksi Berdampak Pada Ketahanan Pangan Nasional di 2024

Perubahan iklim disebut jadi salah satu faktor penyebab yang membuat pola tanam menjadi mundur.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUN JOGJA/Alexander Ermando
Deputi Kepala Perwakilan BI DIY, Hermanto (kiri) bersama Kepala BMKG Dwikorita Karnawati (tengah) dan Sekretaris Daerah Kulon Progo Triyono (kanan) di Balai Kalurahan Tuksono, Sentolo, Jumat (01/03/2024). 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Harga beras yang menjadi bahan pokok hingga kini masih cukup tinggi di berbagai daerah, termasuk Kulon Progo.

Perubahan iklim pun disebut jadi salah satu faktor penyebab, yang membuat pola tanam menjadi mundur.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY, Hermanto, mengatakan kondisi tersebut membuat munculnya sejumlah tantangan di bidang pangan.

"Khususnya di 2024 ini, akan menghadapi banyak tantangan," katanya ditemui di Balai Kalurahan Tuksono, Kapanewon Sentolo, Kulon Progo, Jumat (01/03/2024).

Hermanto menyebut kondisi cuaca di 2024 ini belum mampu mendukung produktivitas pangan.

Ia mengacu pada prediksi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Menurutnya, kondisi ini tak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di seluruh dunia.

Alhasil, masing-masing negara pun sedang berupaya keras bagaimana menjaga ketahanan pangan di wilayahnya masing-masing.

"Kondisi seperti ini akan menyulitkan proses ekspor-impor pangan," jelas Hermanto.

Ia menilai kondisi iklim sangat erat kaitannya dengan kondisi perekonomian, khususnya di sektor pangan.

Sebab diperlukan cuaca yang bersahabat untuk bisa memproduksi pangan yang berkualitas.

Itu sebabnya, ia menilai perlu ada penguatan di sektor pertanian agar ketahanan pangan dalam negeri tetap terjaga.

Salah satunya lewat Sekolah Lapang Iklim (SLI) yang digelar oleh BMKG ke para petani dan nelayan.

"Saat ini yang terpenting adalah bagaimana menjaga kekuatan dan ketahanan pangan dalam negeri terlebih dahulu," ujar Hermanto.

Salah satu kegiatan SLI dilakukan pada para petani di Kalurahan Tuksono.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved