Rutan Kelas IIB Wates Kulon Progo Deteksi Dini HIV/AIDS pada Warga Binaan Lewat VCT

Kepala Rutan Kelas IIB Wates, Erik Murdiyanto, mengatakan pihaknya belum lama ini melaksanakan Voluntary Counseling and Testing (VCT)

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUN JOGJA/Humas Rutan Kelas IIB Wates
Proses pemeriksaan kesehatan bagi warga binaan di Rutan Kelas IIB Wates, Kulon Progo, belum lama ini. Pemeriksaan yang dilakukan salah satunya adalah VCT HIV/AIDS. 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Wates, Kulon Progo berupaya agar kondisi kesehatan warga binaan tetap menjadi perhatian.

Salah satunya potensi paparan HIV/AIDS.

Kepala Rutan Kelas IIB Wates, Erik Murdiyanto, mengatakan pihaknya belum lama ini melaksanakan Voluntary Counseling and Testing (VCT) terhadap warga binaannya.

"Sebanyak 95 warga binaan kami sertakan dalam pemeriksaan VCT HIV/AIDS ini," jelas Erik memberikan keterangannya pada Rabu (28/02/2024).

Selain VCT, seluruh warga binaan juga menjalani berbagai pemeriksaan kesehatan lainnya.

Seperti pemeriksaan gula darah hingga pemeriksaan penyakit tidak menular dengan risiko tinggi.

Menurut Erik, pemeriksaan ini rutin dilakukan demi memastikan kondisi kesehatan seluruh warga binaannya.

Sebab dengan demikian, pihaknya bisa melakukan penanganan segera jika ada temuan.

"Terutama mencegah, menangani, hingga mengobati Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA)," ujarnya.

Lewat pemeriksaan ini, Erik mengatakan pihaknya bisa melakukan deteksi dini sekaligus mengendalikan potensi penularan penyakit seperti HIV/AIDS. Khususnya di lingkungan rutan.

Petugas dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulon Progo pun digandeng untuk membantu melakukan pemeriksaan.

Pelaksanaannya juga melibatkan Polsek Wates hingga Kodim 0731/Kulon Progo.

"Dukungan yang diberikan sangat membantu kami dalam menjaga dan memperhatikan kondisi kesehatan para warga binaan," kata Erik.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinkes Kulon Progo, Arif Mustofa mengatakan warga binaan termasuk kelompok kunci dalam upaya deteksi dini HIV/AIDS.

Pasalnya, kelompok ini termasuk berisiko tinggi untuk terpapar HIV/AIDS. Kelompok kunci lainnya meliputi ibu hamil, pekerja seks komersial, lelaki seks lelaki (LSL), hingga waria.

"Kami rutin melakukan skrining terhadap kelompok-kelompok kunci ini setiap tahunnya," ujar Arif beberapa waktu lalu.(*)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved