Tips Kesehatan

6 Tips Lari untuk Pemula

Sepatu lari yang keliru juga bisa menyebabkan nyeri setiap kali Anda bergerak, sehingga mungkin saja mengurangi motivasi anda untuk berlari.

Penulis: Santo Ari | Editor: Muhammad Fatoni
pixabay
ilustrasi berlari 

TRIBUNJOGJA.COM - Salah satu aktivitas olahraga yang terbilang mudah dan murah untuk Anda lakukan adalah lari.

Berlari bisa Anda lakukan kapan saja dan di mana saja, sekaligus efektif untuk membakar lemak daripada olahraga lainnya

Namun demikian, Jika Anda sudah lama tidak aktif dalam melakukan olahraga, ada baiknya untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mulai lari untuk mengetahui kondisi kesehatan Anda. 

Hal ini perlu Anda lakukan terlebih jika sudah berusia di atas 40 tahun, mengalami obesitas (indeks massa tubuh 35 atau lebih tinggi), atau memiliki riwayat penyakit jantung dalam keluarga.

Berikut tips lari untuk pemula seperti dikutip dari Runners World  :

1. Pakai Sepatu yang Tepat

Beberapa orang memilih berlari dengan sepatu apapun yang mereka miliki.

Padahal penggunaan sepatu lari yang keliru dan teknik lari yang tergesa-gesa sering kali menjadi penyebab cedera.

Semua orang berlari dengan cara yang berbeda.

Pronasi (gerakan mengayuh ke dalam dari telapak kaki ketika berlari) beberapa orang bisa berlebihan atau malah kurang, sehingga ada beberapa sepatu lari yang memang secara khusus dirancang untuk orang-orang tersebut agar menghindari potensi cedera. 

Sepatu running yang keliru juga bisa menyebabkan nyeri setiap kali Anda bergerak, sehingga mungkin saja mengurangi motivasi terutama jika Anda adalah pelari pemula.

Baca juga: Kenali Sepatu Running Menurut Jenisnya Agar Nyaman dan Aman Dipakai

2. Pilih tempat lari yang aman

Umumnya berlari adalah aktivitas luar ruangan atau outdoor, sehingga Anda perlu memilih tempat lari yang aman untuk menghindari risiko kecelakaan.

Sebelum berlari, pastikan Anda sudah memetakan beberapa rute yang aman dan bebas lalu lintas.

Anda bisa memilih rute di sekitar area kompleks perumahaan yang minim lalu lalang kendaraan bermotor atau taman kota yang memiliki lintasan lari (jogging track) di dalamnya. 

Jika malas keluar rumah atau kondisi cuaca sedang tidak mendukung, bisa juga berlari dengan menggunakan treadmill di dalam ruangan atau indoor dengan intensitas lari yang bisa Anda atur sesuai kemampuan.

3. Mulai dengan berjalan

Anda boleh saja langsung berlari, tapi ingat konsekuensinya, ya.
Sebagai pemula yang jarang berolahraga sebelumnya, kondisi tubuh Anda saat ini belum terbiasa dan mudah mengalami cedera saat berlari. 

Salah satu tips lari untuk pemula adalah memulainya dengan berjalan.

Berjalan memiliki gerak yang hampir sama dengan berlari tanpa banyak tekanan pada tulang dan sendi.

Namun, jangan berjalan seakan sedang jalan-jalan santai di mall. Justru Anda harus berjalan cepat dan bertempo. 

Saat tubuh terasa siap untuk aktivitas dengan intensitas lebih tinggi, ini artinya Anda sudah bisa mulai berlari.

Namun, sebaiknya Anda tetap memasukkan sesi jalan untuk jeda berlari setiap beberapa menit sekali.

4. Hindari berlari terburu-buru

Langsung lari jarak jauh bisa menyebabkan cedera lari berkepanjangan. Tujuan lari adalah untuk membuat Anda menjadi lebih sehat dan bukan sebaliknya.

Jangan terburu-buru ingin cepat sampai garis finis, tapi tingkatkan jarak tempuh dan durasi berlari secara bertahap. 

Pada beberapa kesempatan, mungkin Anda sanggup berlari lebih cepat dengan durasi dua kali lebih lama dari sebelumnya dan belum merasa lelah.

Tetapi sebaiknya hindari hal ini karena Anda bisa saja kelelahan nantinya. Selalu mulai lari ringan dan tingkatkan kecepatan secara perlahan.

5. Mengatur rencana latihan lari

Tidak semua orang merencanakan program lari. Padahal, memiliki rencana terperinci sangat bermanfaat.

Hal ini bisa memantau jarak tempuh dan kecepatan berlari, sehingga kemudian Anda bisa meningkatkan waktu latihan secara bertahap untuk membangun kekuatan tubuh. 

Rencana latihan memberikan rasa pencapaian yang akan meningkatkan rasa percaya diri Anda.

Tak hanya jarak tempuh dan durasi, namun sebaiknya Anda juga merencanakan waktu, frekuensi, serta asupan makanan sebelum dan setelah olahraga.

6. Melatih kesabaran dan konsistensi

Beberapa orang mulai berlari untuk menurunkan berat badan mereka.

Sayangnya, mereka kadang tidak sabar dan mengharapkan perubahan yang signifikan dalam waktu singkat.

Tubuh Anda juga perlu waktu untuk mengondisikan otot, sendi, dan tulang sebelum bisa membakar kalori dan menurunkan berat badan. 

Lari secara konsisten, misalnya dua kali seminggu membuat tubuh Anda cepat beradaptasi.

Hal ini tentu bisa membantu Anda mencapai tujuan Anda dalam berolahraga, termasuk untuk mengurangi hingga mendapatkan berat badan ideal.(*)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved