tips kesehatan

Ini 5 Warna Urine dan Penyebabnya

air kencing yang sehat berwarna jernih hingga kuning muda. Semakin banyak air yang Anda minum, semakin jernih pula warna urine yang terbentuk.

Tayang:
Penulis: Santo Ari | Editor: Iwan Al Khasni
Shutterstock
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Urine atau air seni adalah zat cair buangan yang terkumpul di dalam kandung kemih dan dikeluarkan melalui saluran kemih.

Warna air kencing bervariasi dari jernih hingga kuning tua. Perbedaan warna ini disebabkan oleh pigmen (pewarna) urine yang disebut urokrom dan urobilin.

Selain itu, warna urine juga dipengaruhi asupan cairan dan apa yang Anda konsumsi.

Dilansir dari laman Hello Sehat Kemenkes RI, air kencing yang sehat berwarna jernih hingga kuning muda. Semakin banyak air yang Anda minum, semakin jernih pula warna urine yang terbentuk.

Sebaliknya, kurang minum air putih akan membuat urine berwarna kuning pekat hingga oranye.

Di luar rentang warna tersebut, urine juga dapat berubah warna menjadi merah, hijau, biru, hingga cokelat gelap.

Berikut berbagai warna urine dan penyebabnya yang bisa juga berhubungan dengan penyakit kandung kemih.

1. Kuning pekat

Penyebab paling umum dari warna urine kuning pekat adalah dehidrasi. Ketika tubuh kekurangan cairan, konsentrasi urobilin dalam urine akan meningkat.

Tidak ada cukup air untuk melarutkan urobilin sehingga urine yang dihasilkan berwarna lebih gelap.

Selain kekurangan cairan, warna kuning pekat juga bisa disebabkan oleh:

- Konsumsi antibiotik, obat antiradang, dan obat infeksi saluran kencing.
- Penyakit menular seksual, terutama klamidia.
- Peradangan pada kandung kemih (cystitis), saluran kemih, atau ginjal.
- Konsumsi vitamin B, vitamin C, dan beta-karoten.
- Gangguan fungsi hati.

Baca juga: Manfaat Minyak Zaitun untuk Kesehatan Rambut dan Cara Penggunaannya

2. Merah muda atau merah

Urine biasanya menjadi merah karena bercampur darah, tapi penyebabnya belum tentu serius. Darah dapat berasal dari infeksi saluran kemih, batu ginjal, atau batu kandung kemih. Terkadang, darah juga bisa berasal dari pembesaran prostat atau tumor.

Obat-obatan tertentu juga dapat mengubah warna urine yang normal menjadi merah.

Jika Anda rutin meminum antibiotik untuk tuberkulosis atau obat untuk saluran kemih, kemungkinan urine Anda akan berubah warna menjadi oranye hingga merah tua.

2. Oranye

Warna oranye pada urine kerap berasal dari konsumsi obat antiradang phenazopyridine dan sulfasalazine, obat pencahar, serta obat kemoterapi.

Pada beberapa kasus, warna oranye dapat disebabkan oleh gangguan fungsi hati atau dehidrasi yang cukup parah.

3. Cokelat gelap

Urine berwarna cokelat gelap umumnya merupakan tanda dehidrasi parah. Kandungan air dalam urine amat sedikit sehingga konsentrasi pewarna urine menjadi sangat tinggi.

Akibatnya, urine yang tadinya normal berubah warna menjadi sangat pekat. Akan tetapi, ada pula kondisi lain yang mungkin menjadi penyebabnya, seperti:

- Penyakit ginjal, penyakit hati, atau infeksi saluran kemih.
- Cedera otot akibat olahraga yang sangat berat.
- Konsumsi obat antimalaria chloroquine dan primaquine, antibiotik, pencahar, atau pelemas otot.

4. Biru atau hijau

Warna biru atau hijau pada urine bisa berasal dari zat pewarna makanan atau pewarna dalam tes fungsi ginjal dan kandung kemih.

Obat-obatan amitriptyline, indomethacin, dan propofol juga dapat mengubah warna urine menjadi biru kehijauan.

5. Keruh atau berawan

Jika urine berwarna keruh tanpa disertai gejala lain, ini mungkin menandakan dehidrasi. Namun, urine keruh disertai nyeri atau panas saat buang air kecil dapat menjadi gejala penyakit kelamin, infeksi saluran kemih, atau batu ginjal.(*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved