Borobudur Silver Bakal Pamerkan Koleksi Nusantara di Ajang INACRAFT 2024

Bertajuk Koleksi Nusantara, Borobudur Silver bakal memboyong perhiasan hingga tas ke pameran kraf terbesar di Indonesia, INACRAFT

Tribunjogja/ Christi Mahatma Wardhani
Pemilik Borobudur Silver, Selly Sagita menunjukkan koleksi Nusantara yang akan dipamerkan di INACRAFT, Rabu (21/02/2024). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - UMKM perhiasan silver asal Yogyakarta, Borobudur Silver menghadirkan koleksi terbarunya.

Bertajuk Koleksi Nusantara, Borobudur Silver bakal memboyong perhiasan hingga tas ke pameran kraf terbesar di Indonesia, INACRAFT pada 28 Februari - 3 Maret 2024 mendatang. 

Borobudur Silver sendiri merupakan merupakan perusahaan yang bergerak di industri perhiasan di Yogyakarta sejak 1989.

Pemilii Borobudur Silver, Selly Sagita mengatakan dirinya sempat vakum cukup lama.

Namun kini ia bangkit dan menghadirkan konsep perhiasan yang modern dan elegan.

Koleksi Nusantara merupakan karya terbarunya yang menonjolkan keindahan budaya Nusantara, salah satunya batik. 

"DIY ini sudah ditetapkan sebagai Kota Batik Dunia, euforianya sangat terasa. Batik di kain kan sudah ada, batik di kayu sudah ada di Krebet, sehingga Borobudur Silver menghadiri batik di silver, melalui teknik tatah," katanya saat ditemui di Borobudur Silver, Rabu (21/02/2024). 

Selly membuat tas dengan desain batik. Tas pertama yang ia buat adalah tas silver dengan motif batik kawung yang dipadukan dengan lurik.

Tas keduanya mengadopsi dari motif mega mendung asal Cirebon. 

Ia juga berinovasi dengan desain tas bermotif daun pakis yang cantik. 

"Kotagede ini terkenal dengan membakar perak, sehingga warnanya agak kehitaman. Di koleksi ini, kami menghadirkan black and white (hitam dan putih). Untuk yang menyukai hitam ada yang varian hitam, namun perak kan terkenal warna putihnya, sehingga kami juga tetap menghadirkan warna putih," jelasnya. 

Tidak hanya tas, ia juga memboyong bros dan liontin yang terinspirasi dari rumah adat dan ornamen rumah adat di Indonesia.

Masih dengan teknik yang sama, bros dan liontin tersebut didesain dengan ukuran yang besar. 

Pihaknya juga masih konsisten menggunakan teknik filigree untuk perhiasan, seperti kalung, gelang, dan lainnya. 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved