36 Ton Beras Diobral untuk Pasar Murah Tahap Pertama di Sleman

Pasar murah bertajuk Semar Mesem Berase Murah tahap pertama ini rencananya digelar di 4 lokasi dengan total kuota beras yang disiapkan mencapai 36 ton

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Ahmad Syarifudin
Sejumlah warga antre berburu beras murah di gelaran pasar murah Semar Mesem tahap pertama di Lapangan Sanggrahan, Tirtoadi, Mlati, Kabupaten Sleman, Rabu (21/2/2024). 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) menyelenggarakan pasar murah untuk menghadirkan bahan pangan strategis, terutama beras yang saat ini melambung tinggi dengan harga lebih murah.

Pasar murah bertajuk 'Semar Mesem Berase Murah' tahap pertama ini rencananya digelar di 4 lokasi dengan total kuota beras yang disiapkan mencapai 36 ton. 

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman, Mae Rusmi Suryaningsih, mengatakan jumlah tersebut merupakan kuota yang akan disebar untuk 4 lokasi.

Masing-masing lokasi pihaknya menyediakan kuota beras kualitas premium 5 ton, beras medium 1 ton dan beras SPHP 3 ton.

Jika ditotal untuk 4 lokasi maka jumlahnya 36 ton.

Harga jual beras di pasar ini lebih murah karena pemerintah menyediakan reduksi biaya distribusi untuk beras non-SPHP. 

"Yang mendapatkan biaya reduksi distribusi dari pemerintah adalah beras non-SPHP, kemudian gula dan telur. Di mana ketiga komoditas ini harganya cukup tinggi di pasaran. Beras di pasaran sudah Rp17 ribu (per kilogram) sementara di sini dijual Rp14 ribu," kata Mae, ditemui di pasar murah Semar Mesem tahap pertama yang digelar di Lapangan Sanggrahan, Tirtoadi, Sleman, Rabu (21/2/2024). 

Selain di Tirtoadi, pasar serupa juga akan digelar di lapangan TGP Kalurahan Margoluwih, Seyegan pada tanggal 22 Februari 2024.

Berikutnya digelar di Donokerto Turi pada 26 Februari dan terakhir di Lapangan Raden Ronggo, Tirtomartani, Kalasan pada 27 Februari 2024. 

Pasar murah ini merupakan hasil kerjasama antara Pemkab Sleman, Bulog, Gapoktan dan usaha distributor.

Selain beras juga menyediakan beragam komoditas pangan lainnya.

Seperti telur ayam ras sebanyak 4 ton untuk 4 lokasi; gula pasir 8 ton; tepung terigu 2 ton; tepung beras 400 kg dan minyak goreng 6 ton.

Pemerintah memberikan reduksi biaya distribusi Rp 3 ribu perkilogram untuk komoditas beras non-SPHP, telur ayam dan gula pasir sehingga harga ketiga komoditas tersebut lebih murah. 

"Pasar murah ini hanya untuk warga ber-KTP Sleman atau domisili. Satu orang menunjukkan satu KTP. Pembeliannya juga dibatasi agar merata. Untuk beras SPHP maksimal pembelian 5 kg, beras premium 10 kg. Sedangkan untuk telur 1 kg dan gula pasir 2 kg," ujar Mae. Rencananya pasar murah tahap kedua akan digelar pada bulan Ramadan, di tanggal 18-28 Maret mendatang di 17 Kecamatan. (*)

 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved