Berita Pendidikan Hari Ini

Dewan Guru Besar UMY Sampaikan Pesan pada Presiden

Dalam kurun waktu satu tahun ini, eskalasi pelanggaran konstitusi dan hilangnya etika bernegara seperti tiada henti dan meningkat tanpa malu-malu lagi

Penulis: Hanif Suryo | Editor: Gaya Lufityanti
Tribunjogja.com/Hanif Suryo
Dewan Guru Besar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengirim pesan terbuka dan imbauan moral kepada seluruh penyelenggara negara di halaman Gedung AR Fachruddin, Kampus UMY, Sabtu (3/2/2024). 

Kemudian pesan ketiga, UMY menuntut KPU, Bawaslu, DKPP serta organ yang berada di bawahnya agar bersikap independen demi terlaksananya Pemilu 2024 yang jujur dan adil. 

"Keempat mendesak partai politik untuk menghentikan praktik politik uang dan penyalahgunaan kekuasaan dalam kontestasi Pemilu 2024 dan mengedepankan politik gagasan dan edukasi politik yang mencerdaskan rakyat," tegasnya. 

Poin ke lima menuntut lembaga peradilan (Mahkamah Agung dan peradilan di bawahnya, Mahkamah Konstitusi) agar bersikap independen dan imparsial dalam menangani berbagai sengketa dan pelanggaran selama proses Pemilu 2024. 

"Terakhir mengimbau seluruh rakyat Indonesia untuk bersama-sama mengawal pelaksanaan Pemilu 2024 agar bermartabat, jujur dan adil sehingga menghasilkan pemimpin yang visioner dan berani menegakkan prinsipprinsip konstitusi," ujarnya. 

Rektor UMY Dr Ir Gunawan Budiyanto yang turut mendampingi para guru besar membacakan pesan juga turut prihatin atas dinamika politik saat ini. 

"Sebetulnya secara umum ini keprihatinan kita di Indonesia. Ya, karena saya ketua forum PTMA kemarin sudah kami sampaikan, mrilah kita kembali pada kesetiaan kita beretika mengedepankan bagaimana kita patuh pada konstitusi, itu saja," katanya. 

Saat ini Gunawan melihat etika politik para petinggi bangsa sudah sangat jauh dari cita-cita kemuliaan Indonesia. Sebab itu menurut dia wajib hukumnya para akademisi khususnya di UMY untuk memberikan kritik sekaligus kontrol sosial dalan pelaksanaan berbangsa dan bernegara. 

"Saya melihatnya sangat jauh pada cita cita kemuliaan Indonesia. Tugas kampus kan bagaimana memberi kritik. Jadi kami bukan partisan. Sangat tidak pantas kalau kampus itu menjadi partisan. Tapi kampus menjadi kontrol pelakaanaan berbangsa dan bernegara. Itu yang paling pokok," pungkasnya. 

Terpisah, Kepala Bidang Pembinaan Organisasi Kemahasiswaan dan Prestasi Mahasiswa UAD Danang Sukantar membenarkan rencana UAD menggelar aksi seruan moral. 

Pihak kampus mengundang civitas akademika untuk menyampaikan seruan moral ini. 

"Ya, kami akan menggelar seruan moral untuk pemerintah dari civitas akademika UAD, Senin (5/2/2024) di kampus," ujarnya saat dikonfirmasi. ( Tribunjogja.com  )

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved