Puisi

4 Puisi Tema Tentang Kritik Sosial Karya Penyair WS Rendra dan Wiji Thukul

Puisi menjadi salah satu karya sastra yang banyak digunakan oleh penulis sebagai bentuk penyampaian kritik secara tidak langsung.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Ikrob Didik Irawan
Freepik
4 Puisi Tema Tentang Kritik Sosial Karya Penyair WS Rendra dan Wiji Thukul 

TRIBUNJOGJA.COM - Puisi merupakan suatu karya sastra yang berisikan bentuk ekspresi diri yang menggambarkan suatu kondisi perasaan, keresahan, kritik, pemikiran dan segala hal yang ingin disampaikan melalui tulisan.

Puisi menjadi salah satu karya sastra yang banyak digunakan oleh penulis sebagai bentuk penyampaian kritik secara tidak langsung. Kritik yang banyak diangkat penulis dalam puisi mereka yaitu kritik sosial.

Penulis dalam menuliskan puisi menjadikan salah satu tempat untuk menyalurkan keresahan, salah satunya kritik sosial dimana penulis menggambarkan puisi mereka bagaimana kondisi sosial yang tengah terjadi, kehidupan yang terjadi sehingga dijadikan kedalam sebuah puisi oleh penulis tersebut.

Berikut beberapa contoh puisi karya penyair ternama yang mengangkat kritik sosial dalam puisi mereka

1. Puisi Sajak Orang Lapar Karya W.S. Rendra

kelaparan adalah burung gagak
yang licik dan hitam
jutaan burung-burung gagak
bagai awan yang hitam

o Allah !
burung gagak menakutkan
dan kelaparan adalah burung gagak
selalu menakutkan
kelaparan adalah pemberontakan
adalah penggerak gaib
dari pisau-pisau pembunuhan
yang diayunkan oleh tangan-tangan orang miskin

kelaparan adalah batu-batu karang
di bawah wajah laut yang tidur
adalah mata air penipuan
adalah pengkhianatan kehormatan

seorang pemuda yang gagah akan menangis tersedu
melihat bagaimana tangannya sendiri
meletakkan kehormatannya di tanah
karena kelaparan
kelaparan adalah iblis
kelaparan adalah iblis yang menawarkan kediktatoran

o Allah !
kelaparan adalah tangan-tangan hitam
yang memasukkan segenggam tawas
ke dalam perut para miskin

Baca juga: Kumpulan Puisi Karya Amir Hamzah, Raja Penyair Pujangga Baru

o Allah !
kami berlutut
mata kami adalah mata Mu
ini juga mulut Mu
ini juga hati Mu
dan ini juga perut Mu
perut Mu lapar, ya Allah
perut Mu menggenggam tawas
dan pecahan-pecahan gelas kaca

o Allah !
betapa indahnya sepiring nasi panas
semangkuk sop dan segelas kopi hitam

o Allah !
kelaparan adalah burung gagak
jutaan burung gagak
bagai awan yang hitam
menghalang pandangku
ke sorga Mu.

2. Puisi Nonton Harga Karya Wiji Thukul

ayo

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved