Pemilu 2024

Dugaan Kampanye Politik di SD Swasta Gunungkidul, Guru Bagi-Bagi Stiker Caleg

Kampanye politik di ranah pendidikan diduga terjadi di sekolah dasar (SD) swasta di Wonosari, Kabupaten Gunungkidul .

Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Gunungkidul 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Kampanye politik di ranah pendidikan diduga terjadi di sekolah dasar (SD) swasta di Wonosari, Kabupaten Gunungkidul .

Dugaan tersebut, berawal dari dibagikannya stiker bergambar calon legislatif kepada sejumlah murid melalui guru kelas. 

Kejadian ini pun mendapatkan reaksi dari orang tua murid, salah satunya, Bayu.

Dia mengaku, sangat menyayangkan adanya tindakan pembagian stiker caleg di sekolahan.

"Poinnya saya menyayangkan kok lingkungan pendidikan jadi tempat kampanye. Saya tidak tahu itu kampanye atau apa, yang jelas stiker itu ada gambar calegnya. Itu dibagikan kepada murid dari guru, pada Selasa (9/1/2024),"tuturnya pada Jumat (12/1/2024).

Dirinya pun langsung menanyakan ke pihak sekolah maksud dari pembagian stiker caleg tersebut.

Sebab, stiker tersebut disampaikan ke murid agar diberikan kepada orang tua.

Baca juga: Pendaftar PTPS di Gunungkidul Tembus 2.799 Orang, Semua TPS Kuotanya Terpenuhi

"Saya juga datang ke sekolah untuk klarifikasi hal tersebut. Dari guru itu awalnya bilang ada amanat dari yayasan untuk menyampaikan stiker ke sekolah. Tetapi sewaktu klarifikasi selanjutnya guru itu menyebutkan tidak ada instruksi dari yayasan. Dan, meminta maaf karena ada kekeliruan," tuturnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi  ke pihak sekolah tidak memberikan tanggapan.

Pihak sekolah meminta agar mengonfirmasi lewat yayasan.

Pengurus Pimpinan Daerah Muhammadiyah Gunungkidul , Muhammad Arif Darmawan mengatakan, pihaknya memang membagikan stiker kepada internal Muhammadiyah untuk memenangkan caleg tersebut.

Namun, arahannya tidak dibagikan ke sekolah-sekolah.

"Maka dari itu, kami sangat menyayangkan oknum guru itu membagikan di sekolah. Saya tidak tahu itu sengaja atau tidak. Kami akan panggil oknum tersebut kenapa diberikan kepada anak-anak," terangnya.

Dia juga mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Bawaslu Kabupaten Gunungkidul terkait hal ini. 

"Saran dari Bawaslu untuk melaksanakan pembinaan terhadap salah satu guru itu,"urainya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved