Berita Sleman Hari Ini
Pemkab Sleman Ingin Kembangkan Potensi Wisata Sektor Barat
Pemerintah Kabupaten Sleman berkomitmen untuk terus mengembangkan potensi wisata di wilayahnya, terutama di sektor barat. Sebab, kunjungan wisata di
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pemerintah Kabupaten Sleman berkomitmen untuk terus mengembangkan potensi wisata di wilayahnya, terutama di sektor barat.
Sebab, kunjungan wisata di Bumi Sembada selama ini didominasi dari destinasi yang berada di bagian timur dan utara.
Karena itu, upaya dilakukan dengan menggali sekaligus mempromosikan potensi wisata di Sleman barat, yang dikembangkan dengan basis pertanian dan alam pedesaan.
Baca juga: Antisipasi Covid-19, Bupati Bantul Imbau Para Nakes dan Petugas Wisata Untuk Lebih Memproteksi Diri
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengatakan Sleman bagian barat bisa menjadi wisata alternatif yang akan terus dikembangkan.
Menurut dia, destinasi di Sleman barat yang dikembangkan berbasis pertanian dan pedesaan bisa menjadi pengalaman baru saat dikunjungi.
Di sisi lain, pengembangan wisata di Sleman barat juga agar kunjungan wisatawan tidak hanya terpusat di Prambanan maupun Kaliurang saja. Tapi juga bisa ke Seyegan, Minggir maupun Moyudan.
"Potensi dari masing-masing (destinasi) nanti akan kita angkat. Rencana ke depan di tahun 2024, penerangan akan kita tambah, jalan juga akan diperbaiki. Supaya nanti masyarakat (di Sleman barat) itu dapat mengemas wisata dengan pertanian. Nanti kita bantu untuk mendampingi dan mempromosikan," kata Kustini, Kamis (21/12/2023).
Menurut Kustini, Sleman barat memiliki banyak potensi. Ia mencontohkan, Desa wisata Cibuk Kidul, di Kalurahan Margoluwih, Kapanewon Seyegan.
Potensi pertanian Mina Padi yang didukung bentang alam pedesaan, oleh masyarakat setempat mampu dikemas menjadi daya tarik wisata. Ditambah adanya atraksi kereta mini, laboratorium Mina Padi dan kolam perikanan ternyata mampu menyedot kunjungan wisata.
Daya tarik yang ada di desa wisata Cibuk Kidul menurutnya ada di edukasi. Pengunjung akan melihat dan belajar bagaimana sistem pertanian mina padi, pembibitan, tata cara menanam dan sebagainya.
"Saya berharap, Monggo wisata di Sleman barat bisa dipromosikan," kata dia.
Ketua Kelompok Wisata Cibuk Kidul, Ahmad Khasinun mengatakan, branding utama dari desa wisata seluas 25 hektare ini adalah Mina Padi.
Dari situ kemudian dikembangkan dengan membuat laboratorium yang bisa menjadi edukasi bagiamana ukuran dan awal pembuatan kolam, penanaman, pembibitan hingga cara memanen. Setelah ada laboratorium, dari Pemrakarsa memiliki ide untuk diberi atraksi kereta mini.
"Kerata mini sudah bisa operasional sejak bulan Febuari. Lalu ada laboratorium Mina Padi yang bisa untuk edukasi. Kemudian kita kembangkan lagi dan sekarang ada wisata mina kolam, nina kalen kemudian tangkap ikan dan edukasi yang lainnya," kata Khasinun.
Di tempat ini, pengunjung juga bisa belajar tentang olahan makanan khas seperti dawet, onde-onde maupun jenang upih. (rif)
Puting Beliung Melanda Condongcatur Sleman, Sejumlah Rumah Warga Rusak |
![]() |
---|
Keterangan Polisi soal Kecelakaan Beruntun di Sleman Hari Ini, Kerugian Ditaksir Rp 155 Juta |
![]() |
---|
CERITA Fajarwati yang Kelak Tidak Akan Tidur di Bekas Kandang Sapi Lagi |
![]() |
---|
Sambut Natal, 20 Gereja di Sleman Jadi Prioritas Pengamanan Polisi |
![]() |
---|
Ibu-ibu di Yogyakarta Diajak Cerdas Kelola Keuangan dan Emosional |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.