Pemilu 2024
KPU Goes to Cafe Jadi Cara Kekinian Sosialisasi Pada Pemilih Pemula
Komisi Pemilihan Umum (KPU) DIY menggunakan cara-cara kekinian untuk sosialisasi Pemilu 2024, khususnya untuk pemilih pemula dan pemilih muda.
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Kurniatul Hidayah
Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) DIY menggunakan cara-cara kekinian untuk sosialisasi Pemilu 2024, khususnya untuk pemilih pemula dan pemilih muda.
Ketua KPU DIY, Ahmad Sidqi mengatakan persentase pemilih pemula di DIY yang merupakan gen Z mencapai 18,83 persen.
Jika ditambah dengan generasi milenial, ada sekitar 41 persen pemilih muda di DIY.
Itulah sebabnya, pihaknya menggunakan strategi kekinian yang disesuaikan dengan karakter generasi muda. Termasuk melakukan jemput bola melalui program KPU Goes to Cafe.
Baca juga: Prediksi Line-up Barcelona vs Almeria: Cancelo, Gundogan, Pedri, Felix, Lewandowski Starter
"Iya dong (sosialisasi dengan cara kekinian), sekarang anak muda nongkrongnya dimana lagi kalau nggak di cafe. Sehingga KPU DIY berinisiatif jemput bola dengan KPU Goes to Cafe. Kami mau ekspos logistik Pemilu 2024 kepada pemilih pemula. Sehingga kami membawa logistik ke cafe, membangun suasana pemilu di cafe," katanya, Selasa (19/12/2023).
"Nantinya kami akan mengundang organisasi kepemudaan, organisasi mahasiswa. Kemudian kami akan undang BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) di DIY untuk diberikan literasi itu (logistik Pemilu 2024)," sambungnya.
Ia melanjutkan pemilih pemula yang didominasi oleh pelajar dan mahasiswa awal ini baru pertama kali menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2024 mendatang. Sehingga pihaknya perlu mengenalkan dan meningkatkan literasi, khususnya terkait dengan logistik Pemilu 2024.
"Sehingga jangan sampai hadir ke TPS (Tempat Pemungutan Suara) tetapi tidak mengenal logistik yang digunakan. Jadi kami perlu mengenalkan, surat suara itu seperti apa, kotak suara itu seperti apa, tinta itu seprti apa, digunakan saat apa. Nyoblos nya pakai pakau apa pakai tusuk sate. Ini kan perlu dikenalkan, dibangun literasi kepada pemilih pemula," lanjutnya.
Upaya kreatif KPU DIY untuk sosialisasi kepada pemilih pemula juga telah dilakukan melalui media sosial. Pihaknya juga datang ke sekolah hingga kampus-kampus.
Pembuatan film Kejarlah Janji oleh KPU juga menjadi upaya sosialisasi untuk pemilih pemula. Tidak hanya sekadar tontonan, film Kejarlah Janji juga menjadi tuntunan. Sehingga pihaknya menggelar nonton bareng (nonbar) di komunitas, sekolah, hingga kampus.
Sidqi mengungkapkan semua tahapan telah dilalui, sehingga persiapan KPU DIY sendiri telah mencapai 85 persen. Masih ada dua tahapan lagi yang saat ini masih berproses.
Tahap pertama adalah logistik. Saat ini pihaknya masih menunggu proses produksi surat suara yang masih berlangsung sampai awal Januari 2024. Sementara pengadaan logistik tahap pertama telah rampung. Saat ini bilik suara, kotak suara, segel, dan lainnya telah disimpan di gudang KPU kabupaten/kota.
Tahapan selanjutnya yang masih berlangsung adalah pembentukan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Proses perekrutan masih berlangsung hingga 20 Desember 2023. Dibutuhkan sekitar 83.500 petugas untuk bertugas di 11.932 TPS di DIY.
Setelah proses seleksi selesai, pihaknya bakal melakukan verifikasi administrasi, hingga akhirnya ditetapkan pada 14 Januari 2024 mendatang. Sejauh ini proses pembentukan KPPS di DIY pun berjalan lancar.
"Tinggal dua tahapan itu yang masih berproses. Kalau itu sudah tercapai, artinya sudah 100 persen. Kami sudah siap untuk masuk ke 14 Februari 2024 (Pemilu 2024)," imbuhnya. (maw/ord)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Ilustrasi-Pemilu-2024.jpg)