Rangkuman Pengetahuan Umum

Perang Diponegoro: Latar Belakang, Kronologi, dan Akhir Peperangan

Perang Diponegoro atau biasa dikenal dengan Perang Jawa merupakan perang yang dipimpin oleh Pangeran Diponegoro melawan kolonial Hindia Belanda.

Tayang:
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Ikrob Didik Irawan
Net
Mengenal Perang Diponegoro, Latar Belakang, Kronologi, dan Akhir 

TRIBUNJOGJA.COMPerang Diponegoro atau biasa dikenal dengan Perang Jawa merupakan perang yang dipimpin oleh Pangeran Diponegoro melawan kolonial Hindia Belanda.

Perang Diponegoro mampu membuat kolonial Hindia Belanda kewalahan dan menghabiskan banyak dana untuk memerangi Pangeran Diponegoro dan pasukannya.

Pangeran Diponegoro sebagai pemimpin pasukan pribumi melakukan peperangan

dengan Hindia Belanda selama 5 tahun, dari Juli 1825 hingga 28 Maret 1830.

Perang ini termasuk sebagai perang besar yang terjadi di Pulau Jawa.

Dalam perang Diponegoro kolonial Hindia Belanda dipimpin oleh Jenderal de Kock.

Baca juga: Bedug Genderang Perang Milik Pangeran Diponegoro Bukti Syiar Islam di Magelang  

Latar Belakang Perang Diponegoro

Kedatangan kolonial Hindia Belanda ke Indonesia untuk menjajah, membuat kolonial Hindia Belanda melakukan campur tangan dalam persoalan internal kerajaan-kerajaan salah satunya Kasultanan Jogja.

Kasultanan Jogja juga tidak berdaya dengan campur tangan kolonial Hindia Belanda, tetapi keraton tidak memperdulikan rakyat yang sengsara dan hidup dalam kemewahan.

Pangeran Diponegoro adalah sosok yang menentang keras campur tangan kolonial Hindia Belanda ini.

Puncak dari kekesalan Pangeran Diponegoro adalah ketika kolonial Hindia Belanda memerintah Patih Danureja memasang patok untuk membuat rel kereta api.

Saat itu patok yang dipasang melewati makam leluhur Pangeran Diponegoro yang lantas membuatnya marah dan mencabut patok-patok tersebut.

Kronologi Perang Diponegoro

Perang Diponegoro terjadi selama 5 tahun dari tahun 1825 sampai 1830.

Pada 20 Juli 1825, utusan kolonial Hindia Belanda menangkap Pangeran Diponegoro di Tegalrejo.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved