Rangkuman Pengetahuan Umum
Perang Diponegoro: Latar Belakang, Kronologi, dan Akhir Peperangan
Perang Diponegoro atau biasa dikenal dengan Perang Jawa merupakan perang yang dipimpin oleh Pangeran Diponegoro melawan kolonial Hindia Belanda.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Ikrob Didik Irawan
Akan tetapi, Pangeran Diponegoro berhasil melarikan diri dan berpindah ke Goa Selarong sebagai markas.
Dalam peperangan ini, Pangeran Diponegoro dibantu oleh Kyai Mojo, Mangkubumi, Sentot Prawirodirdjo, dan masyarakat pribumi.
Tiga minggu setelah peristiwa di Tegalrejo, Pangeran Diponegoro dan pasukan berhasil menyerang dan menduduki Kraton Yogyakarta.
Keberhasilan serangan Pangeran Diponegoro ini menyulut daerah lain di Jawa untuk melakukan pemberontakan.
Pangeran Diponegoro dalam perang menggunakan strategi gerilya.
28 November 1827, adik ipar Pangeran Diponegoro yaitu Raden Tumenggung Sosrodilogo juga ikut memberontak di Bojonegoro.
Di tahun yang sama, kolonial Hindia Belanda mengerahkan 23.000 pasukan untuk menyerang Pangeran Diponegoro dan pasukannya.
kolonial Hindia Belanda menggunakan strategi benteng yang membuat Pangerang Diponegoro terjepit.
Kyai Mojo sebagai pemimpin spiritual tahun 1829 ditangkap oleh kolonial Hindia Belanda.
Kemudian Pangeran Mangkubumi dan Sentot Prawirodirdjo menyerahkan diri.
Pangeran Diponegoro yang telah melihat posisinya melemah, setuju dengan utusan Jenderal de Kock, yaitu Kolonel Jan Baptist Cleerens untuk saling bertemu.
Pertemuan keduanya tidak menemukan hasil yang membuat Pangeran Diponegoro ingin bertemu dengan Jenderal de Kock.
Pada 28 Maret 1830, Jenderal de Kock mengundang Pangeran Diponegoro untuk berunding di Magelang.
Namun alih-alih berunding, Pangeran Diponegoro malah ditangkap.
Akhir Perang Diponegoro
Setelah penangkapan Pangeran Diponegoro pada 28 Maret 1830, beliau lantas diasingkan ke Manado.
Kemudian Pangeran Diponegoro dipindahkan ke Makassar.
Pada 8 Januari 1855 Pangeran Diponegoro wafat di pengasingan Benteng Rotterdam.
Perang Diponegoro ini menelan banyak korban jiwa mencapai 200.000 penduduk Jawa dan 8.000 serdadu berkebangsaan Eropa.
(MG Aliawan Ghozali Isnaen)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/lukisan-pangeran-diponegoro-ditangkap_20160721_105310.jpg)