Berita Jogja Hari Ini

KAI Daop 6 Yogyakarta Bakal Berdayakan Masyarakat Jadi Penjaga Perlintasan Ekstra Selama Nataru

PT KAI Daop 6 Yogyakarta bakal melibatkan masyarakat untuk menjaga perlintasan sebidang saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023/2024.

Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - PT KAI Daop 6 Yogyakarta bakal melibatkan masyarakat untuk menjaga perlintasan sebidang saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023/2024.

Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Krisbiyantoro mengatakan penjaga perlintasan ekstra tersebut bakal membantu penjagaan selama 18 hari, mulai 21 Desember 2023 sampai 7 Januari 2024. 

"Kami dibantu masyarakat setempat, diberdayakan pada masa angkutan Nataru selama 18 hari. Biasanya yang sebelumnya juga sudah kami ambil (pernah terlibat sebagai penjaga perlintasan ekstra)," katanya, Senin (18/12/2023). 

Baca juga: Warga Kulon Progo Mengaku Berat Hati Lepas Lahannya untuk Tol Yogyakarta-YIA

Ia mengakui masih cukup banyak perlintasan sebidang di wilayah Daop 6 Yogyakarta.

Pihaknya mencatat ada sekitar 303 perlintasan sebidang di perlintasan Daop 6 Yogyakarta.

Sebanyak 165 perlintas tidak dijaga dan liar. 

"Paling banyak di Wonogiri. Paling banyak kedua di Kulon Progo, tepatnya di Jenar," sambungnya. 

Menurut Krisbiyantoro, menutup perlintasan sebidang, khususnya yang kurang dari dua meter merupakan tugas pemerintah daerah dan KAI.

Untuk itu, pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk menutup perlintasan. 

Selain itu, menutup perlintasan sebidang juga perlu dukungan dari masyarakat setempat.

Pada September 2023 lalu, KAI Daop 6 Yogyakarta telah menutup permanen perlintasan sebidang tidak dijaga di daerah Argomulyo, Sedayu, Bantul, DIY.

Perlintasan sebidang dengan kode JPL 715 tersebut berada di KM 531+2/3 antara Stasiun Sentolo dan Rewulu.

Pihaknya juga mengimbau masyrakat untuk berhati-hati saat melintas di perlintasan KA resmi maupun yang liar.

Ia juga meminta masyarakat bersabar dan tidak langsung menerobos meski bunyi pertanda kereta lewat baru dinyalakan.

"Kami imbau taati peraturan dan rambu yang ada. Berhenti sejenak, tengok kanan dan kiri baru aman untuk jalan atau disingkat Berteman," imbuhnya. (maw) 

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved