Bondho Gongso, Pewaris Sekaligus Pengrajin Alat Gamelan yang Masih Bertahan

Kendang merupakan suatu alat musik tradisional yang terbuat dari kayu dan juga kulit sapi maupun kerbau.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Hari Susmayanti
Istimewa
Proses pembuatan kendang di Bondho Gongso 

Penulis: Candra Sadewa

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Selain pembuatan gamelan yang terbuat dari logam, Bondho Gongso juga menerima pembuatan kendang.

Kendang merupakan suatu alat musik tradisional yang terbuat dari kayu dan juga kulit sapi maupun kerbau.

Kendang merupakan alat musiK yang bersifat ritmis atau belum menimbulkan nada, karena kendang
berfungsi sebagai penyeimbang irama atau mengatur tempo dalam sebuah lantunan musik, atau bisa
dikatakan sebagai otak dari sebuah gamelan.

Musik gamelan memiliki karakteristik tempo yang dapat berubah-ubah, memiliki gaya, tempo, titik awal,
dan titik akhir yang dipimpin atau diatur kendang dan diperkuat dengan gong.

Kendang memiliki filosofi yang menarik yaitu diambil dari sebuah kata di Bahasa Jawa “ndang” yang memiliki arti bersegera atau bergegas.

Memiliki makna untuk bersegeralah untuk mengabdi atau beribadah kepada Tuhan. Tidak hanya
itu kata “ndang” juga memiliki banyak sekali makna tergantung konteks apa saja yang menggaris bawahi.

Terdapat beberapa bagian pada kendang, seperti bakalan, klanthe, wengkon, tebokan, dan janget.

Bakalan merupakan bagian lubang kendang yang ditutup dengan kulit pada bagian bawah, sedangkan lubang bagian atas disebut kempyang.

Klanthe merupakan tali atau pegangan yang dipasangkan pada kendang yang berfungsi sebagai alat untuk mengangkat atau mempermudah seseorang saat memindahkan kendang.

Wengkon merupakan bibir dari tebokan yang mengelilingi tebokan yang berfungsi sebagai alat untuk
mengaitkan tebokan dengan bakalan.

Bondho Gongso, Pewaris Sekaligus Pengrajin Gamelan yang Masih Bertahan (2) 1
Proses pembuatan kendang di Bondho Gongso

Baca juga: Bondho Gongso, Pewaris Sekaligus Pengrajin Gamelan yang Masih Bertahan

Tebokan merupakan bagian dari kendang yang dipukul ataupun yang menghasilkan suara, tebokan terbuat dari kulit sapi ataupun kulit kerbau.

Dan yang terakhir adalah janget yang merupakan tali penghubung disetiap tebokan, janget berfungsi sebagai alat untuk mengencangkan tebokan agar suara yang dihasilkan dapat sesuai keinginan.

Tebokan yang sudah siap untuk dipasangkan di Bakalan.

Sebelum proses pemasangan, kulit akan dijemur terlebih dahulu agar kering dan tidak menimbulkan bau, kulit yang masih basah maka suara juga kurang maksimal.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved