Berita Olahraga Hari Ini
DIY Masuk Daftar 21 Daerah yang Alami Lonjakan Kasus Covid-19, Ini Permintaan Sultan
DI Yogyakarta masuk dalam daftar 21 daerah yang mengalami lonjakan kasus Covid-19, sebagaimana dirilis Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM - DI Yogyakarta masuk dalam daftar 21 daerah yang mengalami lonjakan kasus Covid-19, sebagaimana dirilis Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.
Selain DI Yogyakarta, berdasar informasi yang dikutip dari laman Infeksi Emerging Kemenkes RI, tren kenaikan kasus Covid-19 juga terjadi di Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara.
Situasi yang sama juga dilaporkan dari Kepulauan Riau, Lampung, NTT, Papua Barat, Riau, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sumatra Selatan, dan Sumatera Utara. Tren kenaikan kasus mingguan Covid-19 nasional per 9 Desember 2023 dilaporkan menyentuh angka 554 kasus positif.
Sejak grafiknya dilaporkan menanjak mulai pekan ke-41 atau periode 8-14 Oktober 2023, kasus konfirmasi mingguan meningkat 134 persen per pekan. Sedangkan kasus konfirmasi Covid-19 pada Kamis (14/12/2023) dilaporkan mencapai 359 kasus, sebanyak 79 di antaranya dilaporkan sembuh dan total kasus aktif mencapai 1.449 kasus.
Merespon hal tersebut, Gubernur DI Yogyakarta, Sri Sultan HB X pun meminta vaksinasi ketiga dan keempat atau booster satu dan dua kembali digalakkan.
Apalagi menjelang libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru), jutaan wisatawan dari berbagai kota bahkan luar negeri akan masuk ke DIY, sehingga diperlukan antisipasi penyebaran subvarian baru Covid-19, Omicron EG.5.
"Kita enggak bisa menghalangi ya. Yang penting bagi mereka suntik dua kali jadi tiga kali. Rata-rata baru 2 kali," kata Sultan, Jumat (15/12/2023).
Selain meminta digalakkannya booster, menurut Sultan, untuk melakukan pencegahan Covid-19 diperlukan komunikasi intensif antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat. Hal ini bertujuan agar pemerintah daerah memiliki informasi terbaru soal virus corona varian terbaru.
"Kita bangun komunikasi dengan pemerintah pusat, terhadap kemungkinan virus baru itu. Kita berikan report perkembangan (di DIY)," katanya.
Lebih lanjut Sultan mengatakan, saat ini ditemukan kembali paparan Covid-19 di Bantul, DIY tetapi bukan disebabkan subvarian baru Covid-19, Omicron EG.5.
"Di Bantul ada tapi kan di Bantul kepanjangan dari Covid-19 yang lalu bukan terbaru. Yang membuat beberapa negara naik," katanya.
Di DI Yogyakarta secara keseluruhan menurut Sultan belum terjadi kenaikan kasus Covid-19. "
"Jogja belum, semoga enggak lah," ucapnya.
Sebelumnya berdasarkan keterangan Dinkes Bantul, ada 9 pasien Covid-19 yang sudah melakukan isolasi. Sebab itu diharapkan masyarakat bisa menerapkan protokol kesehatan. Dengan demikian penyebaran kasus tidak akan semakin meluas. ( Tribunjogja.com )
Persiba Bantul Bakal Hadapi Persiba Balikpapan di Partai Pembuka Liga Nusantara |
![]() |
---|
Kejurda Judo DIY 2024 Bakal Digelar untuk Jaring Atlet Menuju PON 2028 Mendatang |
![]() |
---|
Kejuaraan Sport Climbing Open Youth Menpora Cup 2024 Digelar di Yogyakarta |
![]() |
---|
Atlet Kota Magelang Peraih Medali di Ajang PON XXI Terima Bonus Penghargaan |
![]() |
---|
Kontingen DIY Dulang Medali di Peparnas 2024, Raih 2 Emas, 3 Perak dan 7 Perunggu |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.