APA Kata Tim Kampanye Daerah di Yogyakarta Tanggapi Hasil Survei Elektabilitas Capres
Dua kubu Tim Kampanye Daerah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) buka suara soal hasil survei elektabilitas capres 2024
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
"Hasil ini membuat kami semakin bersemangat berjuang bekerja keras untuk merealisasikan hasil survei bahkan berusaha melebihi hasil survei memenangkan Prabowo-Gibran satu putaran. Kami unggul diperkotaan maupun pedesaan," tegas Gandung.
Survei Capres 2024 Terbaru Litbang Kompas
Berikut elektabilitas tiga nama bakal Capres 2024: Anies Baswedan, Prabowo Subianto, dan Ganjar Pranowo, berdasarkan Survei Litbang Kompas.
Hasil Survei Capres 2024 ini memuat elektabilitas Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan.
Survei ini berlangsung pada 29 November-4 Desember 2023 secara tatap muka dan dibiayai secara mandiri oleh Harian Kompas.
Jajak pendapat ini melibatkan 1.364 responden yang dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 38 provinsi di Indonesia.
Menggunakan metode itu, survei memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error lebih kurang 2,65 persen dalam kondisi penarikan sampel acak sederhana.
Berikut elektabilitas Anies Baswedan, Prabowo Subianto, dan Ganjar Pranowo berdasarkan Hasil Survei Litbang Kompas dikutip Tribun Jogja dari laman kompas.com:
Merosotnya elektabilitas calon presiden (Capres) nomor urut 3 Ganjar Pranowo disebabkan karena pergeseran pemilih Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan PDI-P.
Berdasarkan hasil survei Litbang Kompas, elektabilitas Ganjar Pranowo pada Agustus 2023 lalu 34,1 persen, menang tipis dari capres nomor urut 2 Prabowo Subianto 31,3 persen.
Namun, hasil survei Litbang Kompas bulan Desember atau yang terbaru, elektabilitas Ganjar Pranowo merosot menjadi hanya 18 persen.
Sementara itu, elektabilitas Prabowo yang telah menggandeng putra Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, melejit ke angka 39,7 persen.
“Melebarnya jarak elektabilitas Ganjar dari Prabowo tak lepas dari pergeseran dukungan yang terjadi pada pemilih Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dan pemilih Jokowi,” kata peneliti Litbang Kompas Bambang Setiawan, sebagaimana dikutip dari Kompas.id, Senin (11/12/2023).
Bambang menuturkan, tim Litbang Kompas menemukan soliditas pemilih PDI-P pada Pemilu 2019 yang memberikan dukungan kepada Ganjar Pranowo berkurang, dari 60,6 persen pada Agustus 2023 menjadi 40,7 persen pada Desember 2023.
Tim Litbang Kompas juga mendapati pemilih PDI-P yang mendukung Prabowo Subianto meningkat, dari 22,1 persen menjadi 35,1 persen.
KAI Setop Putar Lagu Sepasang Mata Bola di Stasiun Lempuyangan dan Yogyakarta |
![]() |
---|
Tidak Memenuhi Modal Inti Minimum, Beberapa BPR di DIY Merger |
![]() |
---|
29 Kasus Gigitan Anjing Tercatat di Kota Yogya Sepanjang 2025, Tidak Ada Sebaran Rabies |
![]() |
---|
Warga di 3 Kalurahan di Kulon Progo Terima Kompensasi Proyek Tol Yogyakarta-YIA Secara Bertahap |
![]() |
---|
Siswa SMA di Jogja Terindikasi Alami Kecemasan dan Depresi Tingkat Sedang hingga Tinggi |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.