KOLOM BAWASLU DIY
Wasra dan Wasri dalam Peningkatan Kinerha Pengawasan
Semua negara demokrasi melaksanakan pemilu secara berkala sebagai mekanisme pergantian kekuasaan.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Hari Susmayanti
Oleh
Ketua Bawaslu DIY Mohammad Najib
PADA Rabu, 22 November 2023 Bawaslu RI melaunching maskot Pengawasan Pemilu 2024. Maskot tersebut bernama Wasra dan Wasri.
Wasra adalah singkatan dari Pengawas Responsif dan Adil, sementara Wasri singkatan dari Pengawas Berintegritas.
Hal ini sesuai dengan citra Bawaslu yang dituntut bekerja secara responsif, adil dan berintegritas.
Hanya dengan kualifikasi personal pengawas seperti itu maka Bawaslu akan mampu mengawal integritas pelaksanaan Pemilu di Indonesia.
Pemilu adalah instrumen demokrasi. Semua negara demokrasi melaksanakan pemilu secara berkala sebagai mekanisme pergantian kekuasaan.
Hanya masalahnya pemilu yang berlangsung di suatu negara yang menyetakan diri sebagai negara demokrasi belum dapat sepenuhnya melaksanakan pemilu secara demokratis.
Pemilu ideal adalah pemilu yang berlangsung secara demokratis, dilaknakan sesuai prinsip dan standard pemilu universal “free and fair”.
Dalam Undang-Undang Pemilu dikenal dengan asas Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur dan Adil.
Namun masalahnya selalu terjadi kesenjangan antara cita ideal pelaksanaan pemilu (das sollen) dengan realitas pelaksnaan pemilu (das sein).
Hadirnya Bawaslu adalah untuk mendekatkan jarak antara cita ideal pelaksanaan pemilu dengan realitas pelaksanaan pemilu.
Pemilu yang pelaksanaannya sesuai standard dan prinsip pemilu universal serta sesuai dengan asas pemilu Luber Jurdil adalah pemilu yang berintegritas.
Pemilu berintegritas adalah pemilu yang pelaksanaannya sesuai dengan peraturan-perundangan, berlangsung secara damai dan bermartabat.
Namun sebagai kompetisi untuk memperebutkan jabatan publik yang cukup bergengsi dan diminati oleh banyak orang, pemilu rentan terjadinya pelanggaran.
Berbagai strategi dan cara ditempuh oleh para calon/peserta pemilu untuk memenangkan pemilu.
Strategi dan cara yang ditempuh tersebut tidak selalu sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan khususnya terkait pengaturan norma larangan dan aturan.
Semakin banyak pelanggaran dalam pelaksanaan pemilu maka pemilu tersebut semakin tidak berintegritas, pelaksanaannya semakin tidak sesuai dengan standard dan prinsip “free and fair” serta sesuai asas Luber dan Jurdil.
Tugas Bawaslu adalah melakukan upaya agar pelaksanaan pemilu sesuai dengan regulasi.
Ketika pemilu berlangsung sesuai regulasi maka pada tarikan nafas yang sama integritas pemilu dapat terwujud dan pelanggaran pemilu dapat dihindari.
Untuk mewujudkan harapan itu maka pelaksanaan tahapan pemilu perlu diawasi. Efektivitas pelaksanaan pengawasan akan mampu menutup ruang terjadinya pelanggaran.
Paradigma pengawasan pemilu oleh Bawaslu mengutamnakan strategi pencegahan dari pada penindakan pelanggaran.
Konsekuensinya dalam pelaksanaan pengawasan pemilu Bawaslu mendahulukan pencegahan sebelum melakukan penindakan pelanggaran.
Tentu jika dalam pelaksanaan pengawasan Bawaslu menemukan indikasi pelanggaran wajib hukumnya untuk melakukan penindakan pelanggaran.
Meskipun penindakan pelanggaran tersebut merupakan upaya terakhir setelah Bawaslu gagal mencegah terjadinya pelanggaran.
Maskot pengawasan pemilu dalam bentuk burung hantu ini memiliki makna mendalam dalam pengawasan. Burung hantu dapat mencari dan menangkap obyek sasaran dalam kegelapan.
Sebagaimana burung hantu, pengawas pemilu diharapkan secara cepat dapat menemukan fakta pelanggaran yang terjadi di tengah-tengah masyarakat, meskipun dalam kegelapan informasi fakta pelanggaran.
Burung hantu itu juga simbol pembelajar dan simbol investigasi, hal itu relevan dengan tugas pengawas pemilu dalam melakukan penulusuran untuk mengungkap fakta pelanggaran.
Dengan maskot tersebut diharapkan para pengawas pemilu terinspirasi untuk memiliki kapasitas dan mentalitas yang andal untuk berani menangkap sinyal-sinyal pelanggaran meskipun dalam kegelapan fakta pelanggaran. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Wasra-dan-Wasri-dalam-Peningkatan-Kinerha-Pengawasan.jpg)