KISAH Puluhan Warga Mendem Oseng dan Pepes Jamur, Mbah Juma Meninggal Dunia
puluhan warga Desa Tugumulya, Kecamatan Darma, Kuningan, dirawat di rumah sakit. jamur yang dikonsumsi termasuk jamur autumn Scullcap
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
Akhirnya pada hari Senin tanggal 20 November 2023 sekira jam 22.00 dibawa ke rumah sakit yang didiagnosis keracunan makanan.
Sedangkan pada Senin tanggal 20 November 2023 sekira jam 21.00 WIB, korban Juma (78) diketahui sebagai pekerja Buruh itu dinyatakan meninggal dunia diduga kecacunan makan oseng jamur.
"Korban meninggal di rumah dan tidak sempat di bawa ke rumah sakit.
"Hal itu menurut keluarga korban memiliki riwayat lambung dan keterangan ini diakui istrinya yang memasak jamur tersebut," katanya.
Kasat Reskrim Polres Kuningan AKP I Putu Ika Prabawa mengatakan, untuk hasil laboratorium sampel jamur yang dilakukan oleh pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan itu sudah keluar.
"Ternyata di dalam jamur tersebut mengandung racun,” ungkap Kasat Reskrim kepada wartawan, Senin (27/11/2023).
AKP I Putu Ika Prabawa mengatakan, sampel jamur yang diambil dari kebun yang menempel di batang pohon dan memiliki ciri-ciri berwarna coklat mencolok.
Jamur itu mengeluarkan aroma tidak sedap alias bau dan mudah hancur, apabila diraba serta memiliki bintik mencolok di sekitar tudungnya.
"Dari ciri-cirinya dan hasil identifikasi bahwa jamur yang dikonsumsi termasuk jamur autumn Scullcap dengan nama latin Galerina Marginata," katanya.
Galerina marginata adalah salah satu jenis jamur beracun paling mematikan di dunia.
Di Indonesia, Galerina marginata dikenal dengan nama jamur rampak kidang atau jamur kidang.
Jamur ini mengandung senyawa amatoksin yang dapat menimbulkan halusinasi, sakit kepala, serta gangguan otot dan irama jantung bagi orang yang mengonsumsinya.
Baca juga: Cerita Maling Motor Asal Malang Modifikasi Barang Curian, Korban Ucapkan Terima Kasih
Berikut data lengkap korban
Korban meninggal dunia
1. Juma (78) warga Dusun Tugu RT 09 RW 03 Desa Tugumulya.
Sedang untuk korban yang dirawat di rumah sakit
1. Arti (66)
2. Sopian hadi (49)
3. Heriyana (21)
4. Reki (14)
5. Surja (76)
6. Kusna (70)
7. Entin watini (47)
8. Ani Adelysa (19)
9. Nendi (30).
Kemudian korban yang telah pulang ke rumah, selain Reki (15)
1. Nendi i30)
2. Sopyan (50)
3. Atini (46)
4. Ani k19)
5. Surja (76)
6. Heryana (21)
7. Kusna (65)
8. Enti (60) ( Ahmad Ripai/Tribunjabar)
Kata Dinkes Sleman soal Dugaan Penyebab Keracunan MBG di SMPN 3 Berbah |
![]() |
---|
Pengawas Dinkes Sleman Sebut Aspek Penyebab Keracunan MBG di Berbah: Makanan Tidak Segera Dimakan |
![]() |
---|
Dinkes DIY Perketat Pengawasan MBG seusai 137 Pelajar di Berbah Sleman Jadi Korban Keracunan |
![]() |
---|
Marak Keracunan MBG, Dinkes Gunungkidul Bereaksi, Orang Tua Khawatir: Anak Kami Jadi Taruhannya |
![]() |
---|
Keracunan MBG Pelajar di DIY, Ombudsman: Program Nyaris Tanpa Pengawasan, Pelanggaran Nir Sanksi |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.