KISAH Puluhan Warga Mendem Oseng dan Pepes Jamur, Mbah Juma Meninggal Dunia
puluhan warga Desa Tugumulya, Kecamatan Darma, Kuningan, dirawat di rumah sakit. jamur yang dikonsumsi termasuk jamur autumn Scullcap
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
Hati-hati jika ingin mengkonsumi tanaman jamur, sebab faktanya ada jamur yang tak bisa dikonsumi karena mengandung racun. Seperti kasus yang terjadi di Desa Tugumulya, Kecamatan Darma, Kuningan, Jawa Barat. Puluhan warga 'mendem' akibat keracunan jamur yang dipetik dari hutan, satu diantaranya meninggal dunia.
BERDASARKAN informasi yang dihimpun dari Tribunjabar, puluhan warga Desa Tugumulya, Kecamatan Darma, Kuningan, dirawat di rumah sakit.
Mereka merasakan keluhan mual. pusing, diare hingga panas.
Kejadian itu diawali dari ada warga yang membawa pulang jamur dari perkebunan wilayah setempat.
Camat Darma, Rangga menjelaskan, korban meninggal akibat mengkonsumsi jamur liar merupakan warga Dusun Tugu, Desa Tugu Mulya, Kecamatan Darma, Kuningan.
Mengenai kejadian kematian menimpa salah seorang warga Desa Tugumulya, awalnya muncul kabar sebanyak 10 orang diduga mengalami keracunan jamur hutan yang mengakibatkan 1 orang meninggal dunia.
"Kronologinya, pada hari Senin sekira jam 16.00 WIB, Mang Hadiman pergi ke perkebunan sekitar untuk mencari kelapa dan sepulang mencari kelapa menemukan jamur,
"Jamur itu dibawa ke tempat pengambilan kelapa lagi, dan sambil bawa kelapa jamur tersebut dibawa keliling sambil jualan," kata Camat Rangga.
Saat menjajakan hasil bumi seperti kelapa termasuk jamur, kata Camat ada saudara Kusnadi menanyakan itu jamur apa.
"Nah, dari pertanyaan tadi. Mang Hadiman menjawab ini jamur kidang, kemudian ada pak Kusna meminta dan dikasihnya jamur itu oleh Mang Hadiman," ujarnya.
Tidak hanya warga tadi, saudara Surja pun meminta saat ketemu di pinggir jalan, dan hal sama dilakukan bu Tini.
Ibu Icih juga meminta jamur tersebut, terus di susul pak Juma pun minta saat Hadiman berjualan kelapa," katanya.
Setelah jamur yang dikira jamur kidang itu dibawa oleh masing-masing warga tadi ke rumah, kemudian mereka serentak memasak dengan aneka toping.
"Iya, jamur kidang yang mereka bawa itu di masak. Ada yang di masak seperti di pepes, ada yang di oseng.
"Selang 3-4 jam setelah makan jamur tersebut, masing masing keluarga yang memakannya itu mengalami gejala ,mual pusing, diare panas, dan banyak air liur,"katanya.
Akhirnya pada hari Senin tanggal 20 November 2023 sekira jam 22.00 dibawa ke rumah sakit yang didiagnosis keracunan makanan.
Sedangkan pada Senin tanggal 20 November 2023 sekira jam 21.00 WIB, korban Juma (78) diketahui sebagai pekerja Buruh itu dinyatakan meninggal dunia diduga kecacunan makan oseng jamur.
"Korban meninggal di rumah dan tidak sempat di bawa ke rumah sakit.
"Hal itu menurut keluarga korban memiliki riwayat lambung dan keterangan ini diakui istrinya yang memasak jamur tersebut," katanya.
Kasat Reskrim Polres Kuningan AKP I Putu Ika Prabawa mengatakan, untuk hasil laboratorium sampel jamur yang dilakukan oleh pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan itu sudah keluar.
"Ternyata di dalam jamur tersebut mengandung racun,” ungkap Kasat Reskrim kepada wartawan, Senin (27/11/2023).
AKP I Putu Ika Prabawa mengatakan, sampel jamur yang diambil dari kebun yang menempel di batang pohon dan memiliki ciri-ciri berwarna coklat mencolok.
Jamur itu mengeluarkan aroma tidak sedap alias bau dan mudah hancur, apabila diraba serta memiliki bintik mencolok di sekitar tudungnya.
"Dari ciri-cirinya dan hasil identifikasi bahwa jamur yang dikonsumsi termasuk jamur autumn Scullcap dengan nama latin Galerina Marginata," katanya.
Galerina marginata adalah salah satu jenis jamur beracun paling mematikan di dunia.
Di Indonesia, Galerina marginata dikenal dengan nama jamur rampak kidang atau jamur kidang.
Jamur ini mengandung senyawa amatoksin yang dapat menimbulkan halusinasi, sakit kepala, serta gangguan otot dan irama jantung bagi orang yang mengonsumsinya.
Baca juga: Cerita Maling Motor Asal Malang Modifikasi Barang Curian, Korban Ucapkan Terima Kasih
Berikut data lengkap korban
Korban meninggal dunia
1. Juma (78) warga Dusun Tugu RT 09 RW 03 Desa Tugumulya.
Sedang untuk korban yang dirawat di rumah sakit
1. Arti (66)
2. Sopian hadi (49)
3. Heriyana (21)
4. Reki (14)
5. Surja (76)
6. Kusna (70)
7. Entin watini (47)
8. Ani Adelysa (19)
9. Nendi (30).
Kemudian korban yang telah pulang ke rumah, selain Reki (15)
1. Nendi i30)
2. Sopyan (50)
3. Atini (46)
4. Ani k19)
5. Surja (76)
6. Heryana (21)
7. Kusna (65)
8. Enti (60) ( Ahmad Ripai/Tribunjabar)
Kata Dinkes Sleman soal Dugaan Penyebab Keracunan MBG di SMPN 3 Berbah |
![]() |
---|
Pengawas Dinkes Sleman Sebut Aspek Penyebab Keracunan MBG di Berbah: Makanan Tidak Segera Dimakan |
![]() |
---|
Dinkes DIY Perketat Pengawasan MBG seusai 137 Pelajar di Berbah Sleman Jadi Korban Keracunan |
![]() |
---|
Marak Keracunan MBG, Dinkes Gunungkidul Bereaksi, Orang Tua Khawatir: Anak Kami Jadi Taruhannya |
![]() |
---|
Keracunan MBG Pelajar di DIY, Ombudsman: Program Nyaris Tanpa Pengawasan, Pelanggaran Nir Sanksi |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.