Berita Jogja Hari Ini
Wellness Tourism Jadi Daya Tarik Wisatawan Kunjungi DI Yogyakarta
Saat ini tren yang muncul dalam industri perjalanan adalah Wellness tourism (Wisata Kesehatan), yang telah memperoleh popularitas di antara para pelan
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dalam beberapa tahun terakhir, konsep pariwisata telah berkembang tidak hanya sekadar sebagai sebuah kegiatan tamasya dan relaksasi tradisional.
Saat ini tren yang muncul dalam industri perjalanan adalah Wellness tourism (Wisata Kesehatan), yang telah memperoleh popularitas di antara para pelancong yang tidak hanya mencari liburan tetapi juga pengalaman transformatif untuk kesejahteraan mereka.
Wisata kebugaran berfokus pada pengembangan kesehatan fisik, mental, dan spiritual, menjadikannya pendekatan perjalanan yang unik dan holistik.
Baca juga: Sebanyak 6 Rumah Rusak Akibat Hujan Deras Disertai Angin Kencang di Sleman Kemarin
Hal tersebut diungkapkan Asisten Sekretariat Daerah DIY Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Tri Saktiyana, membacakan sambutan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam gelaran Jogja Cultural Wellness Festival (JCWF), yang untuk kali pertama yang resmi dibuka, Jumat (24/11/2023) malam di Obelix Hills.
"Wellness tourism juga memberikan kesempatan bagi manusia untuk terhubung dengan alam, memahami budaya baru, dan menggali pemahaman yang lebih dalam tentang diri sendiri. Aktivitas-aktivitas di bidang ini dapat mencakup spa, meditasi, yoga, olahraga, terapi alami, pendidikan kesehatan, dan aspek-aspek lain yang berfokus pada perawatan diri. Sedangkan tujuan utama dari wellness tourism adalah untuk mencapai keseimbangan antara tubuh dan pikiran, serta memberikan dampak positif dalam jangka panjang bagi kesehatan fisik dan mental," terang Tri Saktiyana.
Lebih lanjut ia mengatakan, pada tahun 2022 lalu, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menetapkan DIY sebagai salah satu destinasi wellness tourism di Indonesia.
Adapun Jogja Cultural Wellness Festival (JCWF) yang akan digelar sepanjang November 2023 ini, merupakan salah satu titik tolak penting, dalam membangun awareness dan menggalang kolaborasi seluruh elemen masyarakat DIY, untuk bersama-sama menggali, menjajaki dan mendorong seluruh potensi dan peluang pengembangan wellness tourism.
"Sehubungan dengan hal-hal tersebut, saya, atas nama Pemerintah Daerah DIY, mengucapkan apresiasi kepada Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) DIY serta kepada seluruh pihak yang turut terlibat. Adalah harapan kita bersama, bahwa inisiatif, kolaborasi, dan kerja keras saudara semua, dapat secara nyata menjadi pembuka jalan, dalam memantapkan posisi DIY di peta destinasi wellness tourism di Indonesia," ujarnya.
"Mari bersama-sama upayakan, agar seluruh rangkaian penyelenggaraan JCWF 2023 dapat berlangsung dengan lancar, kondusif, serta dapat secara maksimal menjadi medium “Olah Saliro, Roso, Lan Pikir”, sehingga dalam jangka panjang kegiatan ini dapat membawa manfaat dan kebaikan bagi semua," tambahnya.
Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) DIY, GKR Bendara mengatakan, festival dengan mengusung konsep wellness tourism menjadi hal yang penting. JCWF yang menjadi gelaran tahun pertama, diharapkan bisa lebih banyak merangkul event wellness yang ada di DIY.
JCWF 2023 digelar sepanjang bulan November 2023, dengan puncak acara pada 24-26 November 2023, dengan target milenial berusia dari 25 - 40 tahun, kemudian disusul oleh Generasi X, Z, dan para senior (boomers).
"JCWF 2023 nantinya akan ditutup dengan perayaan festival wellness. Lokasi yang dipilih terdiri atas cagar budaya, desa wisata, resort, spa dan kecantikan, gerai produk sehat, pusat kebugaran, taman konservasi wisata, museum dan studio seni, studio yoga dan pusat olah raga," ujar GKR Bendara.
Terdapat empat rangkaian JCWF 2023, yaitu cultural immersion experiences, mindfulness & body activities, educational programs dan festive cultural & bazaar. cultural immersion experiences merupakan kegiatan yang memberikan pengalaman budaya Yogyakarta kepada peserta seperti dapat memberikan inspirasi, ketenangan, pertumbuhan pribadi, kesejahteraan tubuh serta pikiran dan jiwa. Kegiatannya diisi dengan jemparingan, wruh neptu & pakuwon, tari gaya jogja, terapi batik, Hanacaraka (baca tulis aksara Jawa), dan pengageman (seni berpakaian khas Jogja).
Pada rangkaian mindfulness & body activities, peserta diharapkan mendapatkan ketenangan pikiran, kesejahteraan mental dan memperdalam kesadaran pribadi. Ada beberapa tema kegiatan pada rangkaian ini seperti meditasi tari jawa, meditasi gamelan, daundala awicarita, jamu ngadi saliro, terapi pijat dan spa, yoga ala Jawa, sepeda alam, mlaku rasa, nandur, kelas memasak dan masih banyak lagi.
Sementara, pada kegiatan educational programs, diperuntukkan bagi peserta yang ingin mendapatkan elemen edukasi. Elemen edukasi yang dimaksud adalah workshop, pawiyatan Jawa dan familiarisation trip.
Festive Cultural & Bazaar dihadirkan sebagai rangkaian kegiatan yang paling akhir dari JCWF 2023 yang menghadirkan keanekaragaman budaya Yogyakarta, wellness, hiburan, seni, kuliner, pameran dan bazaar. Kegiatannya mencakup Yoga bersama Anjasmara, musik untuk jiwa, bazaar, pertunjukan budaya, kendurenan massal dan exhibition. (Han)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/GKR-Bendara-di-Obelix-Hills-Jumat-24112023-malam.jpg)