Rangkuman Pengetahuan Umum
Materi IPA SMP: Pengertian dan Macam Zat Aditif pada Makanan dan Minuman
Zat aditif adalah zat tambahan yang biasanya digunakan untuk mencampurkan pada makanan dan minuman yang bertujuan untuk meningkatkan kualitasnya.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
TRIBUNJOGJA.COM – Makanan atau minuman yang kita konsumsi setiap harinya, pasti memiliki kandungan zat kimia didalamnya.
Tetapi hal tersebut sangat umum terjadi di kehidupan kita.
Salah satu zat yang digunakan untuk meningkatkan kualitas pada makanan atau minuman yaitu zat aditif.
Jadi, apa yang dimaskud dengan zat aditif?
Maka dari itu, telah dirangkum oleh TribunJogja.com pengertian dan macam - macam zat ditif yang sering kita jumpai dikutip dari Healthline dan Encyclopedia Britannica.
Baca juga: Apa Itu Zat Adiktif? Mari Mengenal Jenis dan Contoh Zat Adiktif
Pengertian Zat Aditif
Zat aditif adalah zat tambahan yang biasanya digunakan untuk mencampurkan pada makanan dan minuman yang bertujuan untuk meningkatkan kualitasnya.
Selain itu, zat aditif juga sudah digunakan sejak zaman dulu untuk membuat beberapa makanan agar lebih enak.
Zat aditif seperti garam, sulfit, dan rempah - rempah juga membantu untuk mengawetkan makanan agar tahan lebih lama.
Setelah berkembangnya jaman, zat aditif telah banyak digunakan dalam industri pangan.
Baca juga: Pengertian dan Penjelasan Lengkap Tentang Wujud, Sifat dan Perubahan Wujud Zat
Macam - Macam Zat Aditif
1. Zat Pengawet
Melansir langsung dari Encyclopedia Britannica, pengawet makanan dibagi menjadi dua yaitu:
- Antioksidan
Antioksidan adalah sebuah pengawet yang dapat mencegah kerusakan makanan secara oksidatif. Misalnya pengawet antioksidan adalah asam akorbat (vitamin C), asam sitrat, nutylated hydroxyanisole (BHA), nutylated hydroxytoluene (BHT), sulfiit dan tokoferol.
- Antimikroba
Antimikroba adalah jenis pengawet yang mencegah kerusakan makanan dengan menghambat pertumbuhan mikroba.
Contohnya adalah asam setat, asam bezoate, asam propionate, nitrat, nitrir dan asam sorbat.
Baca juga: Jenis-jenis Perubahan Zat di Ilmu Fisika dan 20 Contohnya Dalam Kehidupan Sehari-hari
2. Zat Pewarna
Zat pewarna bertujuan untuk membuat makanan lebih menarik sehingga dapat menggugah selera seseorang untuk memakan.
Zat pewarna alami dapat digunakan dengan kunyit, bunga telang, buah naga atau daun suji yang tergolong aman digunakan dan dikonsumsi.
Pewarna buatan memiliki warna yang lebih stabil dan lebih cerah sehingga pewarna buatan tidak menambahkan aroma dan rasa abru yang dapat mengganggu pada makanan.
Misalnya pewarna yang terbuat dari bahan kimia adalah warna merah dengan nama pewarna buatan yaitu Allura red AC, fast red E, ponceu 4R.
3. Zat Penyedap
Zat penyedap sangat sering digunakan dalam makanan karena bertujuan untukn menambahkan cita rasa makanan sehingga menjadi lebih enak.
Penyedap makanan alami didapat dari kaldu ayam, daging, tulang dan cangkang makanan lauy seperti udang dan kepiting dan juga rempah - rempah.
Adapun penyedap buatan yang sering digunakana dalah monosodium glutamat (MSG) atau yang biasa disebut dengan micin.
Melansir dari Healthline, MSG tidak dapat digunakan terlalu berlebihan jika dikonsumsi karena dapat menyebabkan sakit kepala, berkeringat dan mata rasa.
Baca juga: Apa Itu Bilangan Kuantum? Inilah Pengertian dan Macam Bilangan Kuantum
4. Zat Pemanis
Zat pemanis digunakna untuk memberikan rasa manis pada makanan.
Pemanis alami dapat dari gula, gula tebu, gula aren dan sirup fuktoksa.
Pemanis buatan memiliki rasa manis berkali - kali lipat dibanding dengan pemanis alami dengan kalori yang lebih rendah.
Contoh dari pemanis buatan adalah siklamat aspartam, kalium asesulfat, sakarin.
5. Zat Pengental dan Pengemulsi
Zat pengental dan pengemulsi adalah makanan yang diberikan untuk menstabilkan dan memberi struktur pada makanan sehingga terlihat lebih menarik.
Contoh zat pengetal adalah tepung maizena, tepung serbaguna, gelatin hingga telur.
Sedangkan pengemulsi digunakan untuk menjaga stabilitas pada profuk seperti mentega. es krim, mayones, saus, dan selai.
Pengemulsi buatan misalnya karboksimetilselulosa (CMC) dan polisorbat 80 (P80).
Baca juga: Apa Itu Listrik Statis? Inilah Pengertian, Sumber dan Contoh dari Listrik Statis
6. Zat Pemberi Aroma
Zat pemberi aroma adalah zat aditif yang bertujuan untuk memberikan aroma pada makanan.
Pemberi aroma alami didapatkan dengan daun pandan, kayu manis, dan sari buah - buahan.
Tetapi, zat pemberi aroma buatan didapat dari senyawa ester, dilansir dari Chemical LibreText senyawa ester dan aroma diberikannya adalah:
- allyl hexanoate yang berbau dan rasa nanas
- benzil asetat yang berbau dan rasa pir
- butil butanoat memiliki bau dan rasa nanas
- etil butanoat memiliki rasa dan bau pisang
- etil heptonoat memiliki bau dan rasa aprikot
- etil pentanoat memiliki bau dan rasa apel
- isobutil asetat memiliki bau dan rasa pir
- metil fenilasetat memiliki bau dan rasa madu
- nonil kaprilat memiliki bau dan rasa jeruk
Itulah pengertian dan macam - macam dari zat aditif yang biasanya digunakan untuk makanan atau minuman, semoga bermanfaat.
(MG NABILA SALSA)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.