Pilpres 2024

Mengapa Erick Thohir Pilih Tak Gabung Tim Pemenangan Prabowo, Kata Pengamat

Pengamat politik Ari Junaedi menilai Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah merasa rugi karena upayanya sia-sia. 

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Yoseph Hary W
Instagram Prabowo Subianto
Berita Pilpres 2024 - Foto ilustrasi: Presiden Jokowi kembali bertemu dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Menteri BUMN Erick Thohir di Istana Bogor, Minggu (16/7/2023). Pertemuan ini menguatkan dugaan upaya Jokowi menduetkan Erick dengan Prabowo. 

TRIBUNJOGJA.COM - Mengapa Erick Thohir tak masuk tim pemenangan bakal Capres 2024 Prabowo Subianto?

Pengamat politik Ari Junaedi menilai Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah merasa rugi karena upayanya sia-sia. 

"Dengan tidak menjadi Cawapres saja, Erick sudah kehilangan sebagian aset kapital karena sudah melakukan konsolidasi politik melalui partai politik dan ormas," kata Ari saat dihubungi pada Minggu (5/11/2023), laporan kompas.com dikutip Tribun Jogja hari ini.

Menurut Ari, Erick Thohir dinilai memilih tidak bergabung ke dalam tim pemenangan bakal Capres Prabowo Subianto karena merasa rugi usai melakukan berbagai upaya buat menaikkan elektabilitas, tetapi tak terpilih menjadi bakal Cawapres.

Ari Junaedi mengatakan, Erick selama ini terus memoles citra dirinya supaya kuat secara politik yang berdampak terhadap elektabilitasnya yang bersaing di posisi 5 besar.

Meski mengantongi elektabilitas yang mumpuni serta mempunyai modal yang cukup sebagai pengusaha, ternyata tak membuat sosok Erick digaet menjadi bakal cawapres Prabowo.

Erick juga tak dipilih oleh 2 koalisi politik lainnya yang mengusung bakal Capres 2024 Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan.

Upaya konsolidasi Erick

Ari juga sempat menyinggung soal konsolidasi Erick dengan organisasi masyarakat.

Selama ini hubungan Erick dengan Nahdlatul Ulama sangat dekat.

Erick merupakan anggota kehormatan Banser NU dan juga terlibat sebagai Ketua Panitia Pengarah Hari Lahir 1 Abad NU.

Selain itu, kiprah Erick sebagai Menteri BUMN dan Ketua Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) juga dianggap mumpuni di mata Presiden Joko Widodo.

"Jauh sebelum proses pencalonan berjalan, Erick aktif melakukan promotion and branding politik melalui berbagai event yg dikemas sebagai kegiatan BUMN dan PSSI," ucap Ari yang juga menjabat Direktur Lembaga Kajian Politik Nusakom Pratama.

Meski mempunyai modal elektabilitas, mengantongi dukungan dari kalangan NU, serta memiliki modal kuat, Ari menilai wajar jika Erick memilih menyingkir karena kalah saing dari putra Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, yang justru mendampingi Prabowo sebagai bakal cawapres.

"Narasi yang menyebut Erick sudah 'mematikan' mesin politik secara otomatis karena tersingkir dari bursa Cawapres-nya Prabowo tentu bisa memudahkan kita untuk memahami pernyataan Prabowo yang menegaskan Erick tidak mungkin bergabung di timses Prabowo," ucap Ari.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved