Berita Sleman Hari Ini

Pemkab Sleman Ingin Tiru Cara Kelola Sampah di Kabupaten Banyumas 

Besok Rabu teman-teman mau dibawa ke Banyumas untuk melihat disana. Karena operasionalnya mesin TPST yang dipesan mirip-mirip dengan yang ada di Banyu

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Sleman 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman tengah menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk menjalankan tempat pengolahan sampah seiring hampir rampungnya pembuatan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Tamanmartani, Kalasan.

TPST yang dibangun diatas TKD seluas 1,3 hektare itu, menggunakan mesin pirolisis yang menyerupai pengolahan sampah yang ada di Banyumas

"Besok Rabu teman-teman mau dibawa ke Banyumas untuk melihat disana. Karena operasionalnya mesin TPST yang dipesan mirip-mirip dengan yang ada di Banyumas. Kami juga akan belajar di Sidoarjo. Ini kami sedang menyiapkan SDM-nya sehingga ketika sudah selesai pembangunannya segera komisioning," kata Kepala DLH Sleman, Epiphana Kristiyani, Selasa (24/10/2023). 

Baca juga: Konservasi Penyu Kali Ratu di Kebumen Bisa Menetaskan 1.500 Ekor Tukik per Tahun

Pembangunan TPST Tamanmartani ditargetkan rampung pada akhir November 2023.

Selanjutnya, awal Desember dilakukan komisioning atau ujicoba sehingga harapannya awal Januari 2024 sudah bisa operasional.

Jika sudah beroperasi, TPST wilayah timur ini diharapkan dapat menampung pengolahan sampah hingga 80 ton per hari.

Mesin untuk sistem pengolahannya menggunakan pirolisis yang menyerupai dengan pengolahan sampah yang ada di Banyumas.

Sampah masuk dipilah kemudian dicacah dan diolah menjadi RDF atau Refuse Derived Fuel. 

RDF yang dihasilkan dari pengolahan sampah ini akan dijual.

Ephipana memastikan sudah ada kerjasama dengan offtaker yang siap menampung RDF sehingga Ia meminta tidak perlu khawatir soal itu.

Adapun mengenai seberapa banyak RDF yang bisa dihasilkan, menurut dia sekitar 50 persen dari sampah yang masuk pengolahan. 

"Kalkulasinya separuh dari yang diolah. 50 persen jadi RDF," kata dia. 

Sebagaimana diketahui, untuk menangani persoalan sampah, Pemerintah Kabupaten Sleman berencana membangun tiga Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di tiga titik berbeda.

Dua lokasi sudah mendapatkan izin. Yaitu di Tamanmartani, Kalasan dan Sendangsari, Minggir.

Dua TPST tersebut, bahkan sekarang dalam proses pembangunan yang rencananya beroperasi awal tahun 2024.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved