Kereta Api Anjlok di Sentolo Kulon Progo

Update Terkini Kereta Anjlok di Sentolo, Masih Ada 7 Gerbong yang Belum Dievakuasi

Masih ada 7 rangkaian kereta yang belum bisa dievakuasi dari lokasi kejadian.

|
Tribunjogja.com/Setya Krisna Sumargo ·
Kereta Api (KA) Argo Semeru dan KA Argo Wilis di KM 520+4 petak jalan antara Stasiun Sentolo-Wates, Kabupaten Kulon Progo, Selasa (17/10/2023) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Berikut update terkini dari lokasi kecelakaan kereta api Argo Semeru dan Argo Wilis di KM 520 + 4 petak jalan antara Stasiun Sentolo - Stasiun Wates.

Hingga Rabu (18/10/2023) pagi, upaya evakuasi terhadap gerbong yang anjlok masih dilakukan.

Masih ada 7 rangkaian kereta yang belum bisa dievakuasi dari lokasi kejadian.

Rencananya, evaluasi 7 rangkaian kereta itu akan dilaksanakan hari ini sehingga jalur kereta bisa digunakan kembali untuk lalu lintas kereta lainnya.

Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Krisbiyantoro mengatakan hingga pukul 05.00 WIB, masih ada 7 kereta yang masih berada di jalur KA dan menunggu dievakuasi.

Sebanyak 2 kereta merupakan rangkaian Argo Wilis dan 4 lainnya rangkaian Argo Semeru.

"Upaya evakuasi dilakukan dengan mengangkat kereta ke jalur KA menggunakan alat berat hingga memperbaiki jalur agar kereta dapat ditarik. Tim evakuasi masih berusaha untuk mengangkat kereta yang anjlok mengenai rangkaian Argo Wilis," katanya, Rabu (18/10/2023). 

Baca juga: Hingga Hari Ini, KAI Masih Berupaya Evakuasi Kereta Api Anjlok di Sentolo Kulon Progo

Ada sekitar 4 crane, 1 Kereta Penolong, serta 1 MTT yang diterjunkan untuk menormalisasi jalur. 

Terkait dengan korban yang terdampak Daop 6 mencatat terdapat total 32 korban luka ringan dan semua sudah diberikan layanan kesehatan.

Sementara itu, sejumlah KA keberangkatan awal Daop 6 dilakukan rekayasa memutar jalur atau batal sebagian perjalanannya di antaranya Argo Dwipangga, Taksaka, Senja Utama Solo, Senja Utama Yk, Lodaya, Sancaka, Bengawan, Manahan, Gajahwong, Jaka Tingkir, dan lain-lain.

Berdasarkan pemantauan Daop 6, pembatalan tiket KA banyak dilakukan penumpang di Stasiun Yogyakarta dan Stasiun Solo Jebres yang merupakan stasiun persimpangan.

"KAI Daop 6 Yogyakarta memohon maaf karena jalur KA belum dapat beroperasi normal. Daop 6 memohon doa kepada masyrakat agar jalur KA dapat segera dinormalisasi sehingga lalu lintas KA dapat pulih kembali," imbuhnya. (maw) 

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved