Sumbu Filosofi

Kassian Cephas, Fotografer Pertama Indonesia Sekaligus Kerabat Kraton Jogja

Kassian Cephas merupakan fotografer pertama di Indonesia, yang juga kemudian menjadi bagian dari kerabat Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat

Editor: Hari Susmayanti
Istimewa
Kassian Cephas 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kassian Cephas merupakan fotografer pertama di Indonesia, yang juga kemudian menjadi bagian dari kerabat Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Melalui foto-foto Kassian yang banyak menyorot kerajaan-kerajaan di Indonesia, kini kita bisa melihat rangkaian sejarah yang tak ternilai harganya.

Awal karir Kassian dalam dunia fotografi, dengan menjadi asisten dari fotografer Simon William Camerik, bagian dari pemerintahan penjajahan Belanda.

Peneliti, Edial Rusli, mengatakan dalam menjalankan tugas sebagai asisten, Kassian mendapat tugas untuk mendokumentasikan kerajaan-kerajaan, raja-raja, dan situasional yang ada di Jawa, khususnya Jogja dan sekitarnya.

Dalam buku Cephas, Yogyakarta: Photography in the Service of the Sultan (1999) karya Gerrit Knaap, Kassian menjadi asisten sekaligus belajar fotografi pada Simon sekitar tahun 1861 sampai 1871.

Dia juga belajar dengan Isidore van Kinsbergen, seorang fotografer kelahiran Belgia yang bekerja di Jawa Tengah pada 1863 hingga 1875.

Kassian semakin banyak mendokumentasikan kerajaan-kerajaan di Indonesia.

Tidak hanya dalam hal bangunan kerajaan, adat tradisi, sampai tokoh-tokoh penting, foto-foto pria kelahiran 15 Januari 1845 ini juga menangkap kerajaan dan penduduknya dari sisi antropologinya.

“Kassian seorang pribumi, yang dia sebagai asisten awalnya, dan juga membuka studio foto profesional, dia juga sebagai dokumentri, yang memotret raja-raja. Karena untuk memotret raja-raja kan tentunya bukan orang sembarangan, tentunya orang yang ahli di bidangnya, sehingga dia punya keleluasaan, untuk mengabadikan gambar raja-raja di waktu itu. Mungkin mulai dari Sri Sultan HB VI sampai seterusnya,” kata Edial, yang juga Dekan Fakultas Seni Media Rekam Institut Seni Indonesia Jogja.

Baca juga: Melihat Sejarah Bangunan Cagar Budaya di Kampung Gamelan

Di samping banyak memotret raja-raja, karya terkenal Kassian seperti foto Taman Sari tahun 1884, Candi Prambanan, Candi Borobudur, Tari Bedaya, serta mengabadikan kunjungan Raja Siam Chulalongkorn ke kraton. Kala itu, Raja Siam memberikan tiga kancing berhias batu permata pada Kassian.

Karya-karya Kassian masih bisa kita lihat di Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat dan juga di Belanda.

Di kraton, ada foto yang kemudian sudah didigitalisasi, ada pula yang belum.

Melalui foto-foto ini, masyarakat zaman sekarang bisa melihat suasana serta kronikal perubahan kerajaan-kerajaan di Indonesia, termasuk Jogja.

Dalam perjalanannya, Kassian Cephas diangkat menjadi kerabat Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Status ini membuat dia mengundurkan diri sebagai fotografer, dan memberikan ‘pekerjaan’ itu pada anaknya, Sem Cephas.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved