Sumbu Filosofi

Kassian Cephas, Fotografer Pertama Indonesia Sekaligus Kerabat Kraton Jogja

Kassian Cephas merupakan fotografer pertama di Indonesia, yang juga kemudian menjadi bagian dari kerabat Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat

Tayang:
Editor: Hari Susmayanti
Istimewa
Kassian Cephas 

Sem melanjutkan kerja-kerja dokumentasi ayahnya selama beberapa tahun. Sayangnya, umur Sem tidak panjang dan meninggal tidak lama setelahnya.

“Sem ini juga jangan keliru, bahwa tidak hanya Kassian, putranya juga sebagai dokumentri, hanya usianya tidak panjang seperti Kassian,” katanya.

“Inilah yang menarik, setelah [dokumentasi dilakukan] dari pihak luar [kraton], kemudian dokumentasi dilakukan oleh pihak kraton sendiri, itu sudah dimulai, mungkin sejak dari [masa] Sri Sultan HB IX.”

Digitalisasi serta pengumpulan arsip masa lampau bisa menjadi ruang ilmu pengetahuan.

Edial mengatakan apabila Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat juga semakin intens dalam mengelola arsip secara baik.

Dengan belajar dari sejarah melalui berbagai arsip ini, masyarakat bisa tahu sesuatu yang sebelumnya abu-abu, bisa mengambil makna dan filosofi dari berbagai jejak peradaban.

Dokumentasi dalam fotografi bisa menjadi ruang yang tepat.

Hasil dari pemotretan bisa menampilkan realitas dan kondisi saat itu dengan cukup jelas. Kegunaan dari dokumentri atau visual fotografi membuat sudut pandang hidup menjadi lebih menarik.

“Di samping itu, bukan hanya sekadar dokumentasi, tetapi menjadi sebuah ladang ilmu. Karena di situlah artefak dokumentasi menjadi sangat penting, sehingga fotografi menjadi salah satu bagian dari kehidupan kita, maka bagaimana kita meletakkan dunia visual pada tempatnya, itu yang paling penting, tentunya visual yang beretika dan yang baik,” katanya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved