Kegiatan Anies Baswedan di Desa Kracak, Keliling Kampung dan Sapa Masyarakat

Bersama-sama warga, Anies mengelilingi desa tempatnya dulu melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) saat masih menjadi mahasiswa UGM.

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
Istimewa
Anies berkeliling desa Kracak pada Rabu(4/10). 

TRIBUNJOGJA.COM, BANYUMAS - Bakal calon presiden (bacapres) Koalisi Perubahan untu Persatuan, Anies Baswedan mengisi kegiatannya di Desa Kracak, Ajibarang, Banyumas dengan berkeliling kampung.

Bersama-sama warga, Anies mengelilingi desa tempatnya dulu melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) saat masih menjadi mahasiswa UGM.

Anies berkeliling Desa Kracak dengan membonceng warga,

Anies menyapa warga desa yang tengah berkegiatan mulai dari pergi bekerja ke sawah sampai ibu-ibu yang mengikuti senam.

Suasana Desa Kracak menurut Anies tak banyak berubah.

Masyarakatnya tetap hangat dan ramah kepada semua.

Yang berbeda dari Desa Kracak hanya bertambahnya bangunan di desa itu.

“Ini nostalgia di Desa Kracak, Ajibarang, Banyumas, saya KKN di sini 3 bulan bersama dengan 7 orang teman mahasiswa, dan pengalaman di sini luar biasa, lalu kalau datang ke sini ketemu dengan teman-teman lama persaudaraan dan suasana desa tak ada yang berubah, mungkin yang berubah hanya lebih banyak bangunan yang menunjukkan ada kemajuan di desa ini,” ungkap Anies usai berkeliling desa pada Rabu(4/10/2023) seperti yang dikutip dari Tribunnews.com.

Baca juga: PILPRES 2024: Survei Elektabilitas Bakal Calon Presiden Terbaru, Anies, Prabowo dan Ganjar

Sementara itu tokoh masyarakat Desa Kracak, Wanto Tirta mengatakan hal serupa bahwa inovasi dan trobosan yang dilakukan Anies beserta kawan-kawan KKN-nya di Desa Kracak masih amat dirasakan maayarakat.

“Mas Anies ini sudah menjadi bagian dari Desa Kracak, dan itu dibuktikan pas lebaran kami balapan siapa yang duluan kirim ucapan. Meskipun selesai KKN pun beliau tetap ke sini dan peninggalan juga masih bisa dirasakan karena itu ada program akta kelahiran massal, program pelatihan kepemudaan dan lain sebagainya,” ucap Wanto.

Lebih lanjut Anies menjelaskan bahwa ke depan negara harus memberikan perhatian lebih kepada desa. Karena desa merupakan pilar pangan bangsa sehingga perlu bagi negara menyiapkan apapun yang membantu kegiatan lroduksi pangan tersebut.

“Desa adalah pilar dari bangsa kita karena kita semua dulunya adalah masyarakat rural, kemudian ada kemajuan di perkotaan dan lapangan pekerjaan yang membuat perpindahan orang ke kota. Tetapi desa harus tetap bisa menjadi pertahanan pangan kita karena itu harus ada keseriusan untuk membantu kegiatan produksi pangan(pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan)semua ada di desa,” terang Anies.

“Itu artinya butuh sumber daya yang cukup, alokasi anggaran yang cukup, tenaga profesional yang cukup, sehjngga mereka bisa berkegiatan yang menopang kebutuhan langan kita, kemudian ada local wisdombudaya yang harus dipertahankan,” tandasnya.(*)

 

 

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved