Workshop Kematangan Pancasila

Dengan dukungan dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik DIY, acara akan dilaksanakan di Ruang Nakula, di Gedung Badan Kesatuan Bangsa dan Politik DIY.

Editor: ribut raharjo
Istimewa
Hj R Ngt Susilawati Susmono memberikan pencerahan pada acara syukuran LPTIT Tunas Sejati di Museum SHK SS, Sleman (29/9/2023) lalu. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Memperingati Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2023, Lembaga Pendidikan Tinggi Ilmu Tauhid Tunas Sejati (LPTIT-Tunas Sejati) bekerja sama dengan Yayasan Riyadhatul Ihsan (YRI) menyelenggarakan acara “Workshop Kematangan Pancasila.”

Dengan dukungan dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik DIY, acara akan dilaksanakan di Ruang Nakula, di Gedung Badan Kesatuan Bangsa dan Politik DIY.

Ki Bambang Widodo, Wakil Direktur LPTIT Tunas Sejati dalam keterangan tertulis menjelaskan, Lembaga Pendidikan Tinggi Ilmu Tauhid Tunas Sejati (LPTIT-Tunas Sejati) berada di bawah naungan Yayasan Tunas Sejati (YTS). Baik YRI, YTS dan LPTIT Tunas Sejati, semua berada di bawah ISAQTM Center yang didirikan oleh Nyi Hj. R.Ngt Susilawati Susmono, pemilik Museum Serat Holistik Kehidupan Susilawati Susmono di Yogyakarta.

Buku Pancasila dan Kesaktiannya yang menjadi referensi buku untuk Workshop ini, merupakan buku ke 128 dari 132 karya buku Nyi Hj. R.Ngt. Susilawati Susmono.

Sebagai narasumber utama, Nyi Hj.R.Ngt. Susilawati Susmono mengingatkan bahwa Pancasila ditetapkan oleh para pendiri bangsa sebagai Dasar Negara Republik Indonesia, fondasi dalam berbangsa dan bernegara.

Seluruh tiang-tiang penyangga dapat tegak jika ada fondasi yang kokoh dibangun untuk menyangga bangunan rumah bangsa yang besar.

Maka perlu diyakini oleh setiap diri bahwa Pancasila adalah kebutuhan bagi setiap diri untuk diamalkan, bukan sekedar wajib diingat/dihafalkan.

Pancasila harus mewatak dan mengkarakter pada diri,
sehingga tidak menyumbangkan keretakan bagi bangsa dan Pancasila menjadi motor penggerak dalam roda kehidupan.

Selanjutnya, dia menyampaikan bahwa pengamalan Pancasila mengacu pada filosofi Jawa 6T: Tata, Titi, Titis, Tetep, Tutup, Tuntas.

Pada Workshop Kematangan Pancasila, peserta diberikan kesempatan untuk melakukan evaluasi menilai diri sendiri dengan menjawab kuesioner yang dibagikan merujuk kepada substansi Buku “Pancasila dan Kesaktiannya”.

Evaluasi diri dan bangsa dalam berPancasila
secara menyeluruh harus dilakukan secara serius agar ideologi bangsa ini benar melekat dalam
diri anak bangsa. (rls)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved